Mencintai anak perempuan dengan segala kelebihan dan kekurangannya/Freepik
Mencintai anak perempuan dengan segala kelebihan dan kekurangannya/Freepik
KOMENTAR

PUTRI tercinta kita terlahir di dunia yang tidak mudah untuk menjadi perempuan. Hanya kekuatan cinta yang dapat membuat mereka tangguh menghadapi deru debu diskriminasi. Sehingga penting sekali mencintai putri kita tanpa syarat, yang akan membentuk kepribadian tangguhnya.

Syekh Khalid bin Abdurrahman al-'Ik dalam bukunya Prophetic Parenting (2017: 110) menerangkan:

Dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa memiliki anak perempuan, lalu ia tidak menyakiti ataupun merendahkannya, juga tidak pilih kasih terhadapnya (menurut perawi: dengan lebih mengasihi anaknya yang laki-laki), maka Allah Swt. akan memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Abu Dawud).

Rasulullah saw. dengan tegas menekankan pentingnya mencintai dan memperlakukan anak perempuan tanpa adanya syarat atau batasan tertentu. Ini adalah panggilan untuk menyatakan kasih sayang tanpa memandang jenis kelamin, sehingga keadilan dan kesetaraan antara anak laki-laki dan perempuan dapat diwujudkan.

Syekh Khalid bin Abdurrahman al-'Ik (2017: 111) menjelaskan:

Sampai-sampai, sebagian ahli ilmu berpendapat dalam menakwilkan hadis Rasulullah saw. tentang perbuatan beliau menggendong Umamah binti Zainab ketika salat adalah penolakan beliau terhadap tradisi Arab Jahiliah yang memandang perempuan dengan kebencian.

Perlakuan beliau terhadap kaum perempuan berbeda dengan perlakuan Arab Jahiliah terhadap mereka, bahkan ketika beliau salat. Hal ini dimaksudkan sebagai protes keras dari beliau terhadap tradisi Arab Jahiliah yang memandang rendah kaum perempuan. Penjelasan melalui tindakan nyata terkadang lebih efektif daripada penjelasan melalui kata-kata.

Dalam konteks Arab Jahiliah, kaum perempuan seringkali diperlakukan dengan kebencian dan dianggap sebagai beban atau sumber kemalangan. Rasulullah saw., dengan tindakan konkretnya, memperlihatkan pemahaman yang berbeda mengenai perlakuan terhadap kaum perempuan. Tidak hanya itu, beliau juga menolak norma-norma destruktif yang telah mengakar dalam masyarakat pada masa itu.

Salah satu tindakan Rasulullah yang menjadi sorotan adalah saat beliau menggendong Umamah binti Zainab ketika sedang menunaikan salat. Tindakan ini dapat dipahami sebagai protes nyata terhadap norma sosial yang merendahkan kaum perempuan. Dalam masyarakat Arab Jahiliah, kebiasaan memandang perempuan sebagai objek inferior seringkali tercermin dalam berbagai aspek kehidupan.

Cinta tanpa syarat adalah bentuk cinta yang diberikan tanpa adanya pembatasan atau harapan balik. Dalam konteks hubungan orangtua dan anak perempuannya, cinta tanpa syarat berarti mencintai putri dengan penuh kasih sayang, tanpa mengharapkan apa pun sebagai balasannya.

Ini bukanlah cinta yang bergantung pada prestasi, penampilan, atau perilaku anak. Cinta tanpa syarat adalah bentuk cinta yang mengakui setiap keunikan pada putri kita. Ketika anak dicintai tanpa syarat, mereka akan merasa diterima dan dihargai apa adanya. Ini menciptakan lingkungan yang nyaman bagi mental anak untuk berkembang.

Anak yang tumbuh dalam kasih sayang tanpa syarat cenderung memiliki rasa percaya diri yang kuat, memiliki kemampuan untuk berhubungan sosial dengan baik, dan mampu mengatasi berbagai tantangan hidup.

Ketika cinta diberikan tanpa syarat, hubungan antara orang tua dan anak perempuan menjadi lebih mendalam. Keterbukaan komunikasi, saling pengertian, dan rasa kebersamaan menjadi ciri khas keluarga yang mempraktikkan cinta tanpa syarat.

Meskipun konsep cinta tanpa syarat terdengar indah, menerapkannya bukanlah hal yang mudah. Terkadang, sebagai orang tua, kita tidak luput dari ekspektasi atau harapan tertentu terhadap anak. Oleh karena itu, penting untuk terus berupaya memahami dan menerima putri kita tanpa syarat.

Komunikasi yang terbuka, keberanian untuk mengakui kesalahan, dan kesediaan untuk tumbuh bersama anak menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan keluarga yang penuh cinta tanpa syarat.

Cintailah putrimu tanpa syarat adalah pesan yang mendalam dan bernilai dalam perjalanan kehidupan anak perempuan. Cinta tanpa syarat bukan hanya sekadar ungkapan kata-kata, tetapi sebuah sikap dan tindakan nyata yang membentuk dasar hubungan keluarga yang kokoh.

Dengan mencintai putri tanpa syarat, kita tidak hanya memberikan hadiah terindah bagi mereka, tetapi juga merajut benang-benang kasih sayang yang akan mengikat hubungan selamanya.




Memahami Faedah Bertawakal untuk Membebaskan Diri dari Penderitaan Batin

Sebelumnya

Menjadi Korban Cinta yang Salah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Tadabbur