KOMENTAR

TWITTER dikabarkan sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap Meta, setelah aplikasi saingannya—Threads berkembang pesat.

Thread, yang diluncurkan ke masyarakat global pada hari Rabu (5/7/2023) memang mirip dengan Twitter dan disebut bos Meta sebagai alternatif yang "ramah". Meta mencatat lebih dari 30 juta orang telah mendaftar untuk aplikasi baru tersebut.

Elon Musk menyatakan "berkompetisi itu sah-sah saja, tapi mencontek adalah hal berbeda". Juru Bicara Meta membantah klaim bahwa mantan staf Twitter membantu membuat Threads.

Tampilan dan nuansa Threads mirip dengan Twitter, demikian disampaikan reporter teknologi BBC News James Clayton. Dia mengatakan umpan berita (feed) dan pengeposan ulang (reposting) itu terasa sangat akrab.

Dalam langkah yang pertama kali dilaporkan Semafor, pengacara Twitter Alex Spiro mengirim surat kepada CEO Meta Mark Zuckerberg (5/7/2023) menuduh Meta melakukan penyalahgunaan rahasia dagang Twitter dan kekayaan intelektual lainnya secara sistematis, disengaja, dan melanggar hukum untuk membuat Threads.

Secara khusus, Spiro menuduh Meta telah mempekerjakan lusinan mantan karyawan Twitter yang memiliki dan terus memiliki akses ke rahasia dagang Twitter dan informasi sangat rahasia lainnya yang pada akhirnya membantu Meta mengembangkan apa yang disebutnya sebagai aplikasi peniru.

"Twitter bermaksud untuk secara ketat menegakkan hak kekayaan intelektualnya, dan menuntut agar Meta mengambil langkah segera untuk berhenti menggunakan rahasia dagang Twitter atau informasi yang sangat rahasia lainnya," demikian pernyataan yang tercantum dalam surat teguran tersebut.

"Twitter memiliki semua hak, termasuk, namun tidak terbatas pada, hak untuk mencari solusi perdata dan ganti rugi tanpa pemberitahuan lebih lanjut."

Threads ditautkan ke Instagram tetapi berfungsi sebagai aplikasi mandiri. Saat diluncurkan di 100 negara, Zuckerberg memecah kesunyian selama lebih dari 11 tahun di Twitter dengan mengunggah meme yang sangat populer dari dua sosok Spider-Man yang hampir identik saling menunjuk satu sama lain, menunjukkan kebuntuan.

Tak lama setelah itu, dan ketika kata Threads menjadi tren global di platformnya, Elon Musk mengatakan, "Lebih baik diserang oleh orang asing di Twitter, daripada menikmati kebahagiaan palsu Instagram yang menyembunyikan rasa sakit."

CEO Twitter Linda Yaccarino dalam tweet-nya Kamis (6/7/2023) menyatakan bahwa aplikasi yang diikuti 260 juta pengguna per bulannya itu tidak bisa diduplikasi.

Baik Meta dan Twitter telah melakukan PHK yang signifikan tahun ini, dengan Meta mengumumkan pada bulan April bahwa mereka akan memangkas level staf sekitar 10.000 orang.

Sedangkan Twitter kehilangan sebagian besar dari 7.500 karyawannya, hingga 80 persen dalam gelombang pemutusan hubungan kerja setelah Elon Musk mengambil alih Oktober lalu.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News