(Kedua kiri ke kanan): Prof. Rhenald Kasali (Founder Rumah Perubahan), dr. Ika Fitriana (Dokter Spesialis Penyakit dalam & Konsultan Geriatri, dan Airin Levirna (Owner Entramix & Entrasoy)
(Kedua kiri ke kanan): Prof. Rhenald Kasali (Founder Rumah Perubahan), dr. Ika Fitriana (Dokter Spesialis Penyakit dalam & Konsultan Geriatri, dan Airin Levirna (Owner Entramix & Entrasoy)
KOMENTAR

PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) menggelar aktivitas khusus untuk orang lanjut usia (lansia) dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Kegiatan tersebut mengambil tema Healthy Geriatric, Good Quality of Life.

Perayaan ini merupakan bentuk kepedulian Kalbe terhadap kaum lanjut usia (lansia) agar tetap menjaga kualitas hidup. Pasalnya, lansia merupakan kelompok usia yang perlu perhatian khusus, apalagi lansia sering kali mengalami penurunan fungsi tubuh. 

"Penurunan kondisi fisik berpengaruh terhadap produktivitas lansia, sehingga keseimbangan nutrisi perlu dijaga melalui asupan bergizi setiap harinya,” ujar Presiden Direktur PT Finusolprima Farma Internasional, a Kalbe Company, dr. Selvinna, M.Biomed.

Berdasarkan Pusdatin Kemenkes (Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan) tahun 2022, jumlah lansia di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2016, terdapat sekitar 22 juta populasi lansia di Indonesia, sedangkan tahun 2022 meningkat menjadi 31 juta lansia. Laju pertumbuhan populasi lansia tersebut perlu diseimbangkan dengan kualitas hidup yang baik, agar para lansia dapat tetap sehat, kuat, dan produktif.

“Lansia yang sehat artinya sehat secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial. Agar kelak tetap menjadi lansia sehat, kita membutuhkan tubuh yang mampu menopang aktivitas sehari-hari, sehingga tetap mandiri dan produktif selama mungkin,” jelas Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri, dr. Ika Fitriana, Sp.PD-K.Ger.

Ia memaparkan, otot memiliki peran penting bagi tubuh untuk menopang aktivitas sehari-hari. Salah satu kelainan pada otot yang berhubungan dengan proses penuaan adalah sarkopenia. Sarkopenia adalah kehilangan massa dan/atau kekuatan otot yang dapat disertai dengan penurunan performa fisik. 

Lansia yang menurun performa fisiknya sudah pasti akan terganggu aktivitasnya, mengalami gangguan kesehatan, seperti cepat lelah dan renta hingga membutuhkan alat bantu untuk beraktivitas, mudah sakit, dan jika sudah sakit sulit untuk kembali aktif, mudah jatuh yang pada akhirnya meningkatkan risiko patah tulang, serta mudah mengalami gangguan depresi.

“Kabar baiknya, sarkopenia bisa dicegah sejak dini. Kesehatan otot dapat dijaga dengan memperhatikan nutrisi dan latihan fisik. Latihan yang saat ini dianjurkan adalah latihan fisik multimodal dengan memperhatikan nutrisi kaya protein dan zat-zat yang khususnya diperlukan untuk kerja otot, di antaranya berbagai elektrolit (yang ada dalam sayur dan buah), omega 3, antioksidan, vitamin D, dan mineral seperti kalsium,” papar dr. Ika.




Tujuh Cara Menjadi Pendengar yang Baik Ala Ahli Public Speaking

Sebelumnya

Film Horor dan Dampak Psikologisnya terhadap Anak

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Family