Ilustrasi liburan keluarga/Pixabay
Ilustrasi liburan keluarga/Pixabay
KOMENTAR

SELAIN orang tua dapat melepas stres akibat pekerjaan sehari-hari, mengajak anak liburan bisa meningkatkan bonding antar orang tua dan anak.

Mengutip artikel yang diterbitkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bermain merupakan hak masa kecil anak yang harus dipenuhi orang tua. Dan berlibur adalah momen istimewa yang dapat dimanfaatkan untuk bermain, khususnya bermain bersama orang tua.

Alangkah baiknya jika orang tua bisa mengisi waktu liburan anak dengan pengalaman-pengalaman berharga, terutama memperkuat bonding antara orang tua dan anak.

Berikut ini 4 (empat) manfaat mengajak anak berlibur.

1. Membuat kenangan manis

Saat dewasa, anak mungkin akan mengalami hal yang bisa membuatnya mengingat pengalaman liburan masa kecilnya. Salah satunya dengan berlibur ke rumah kakek dan nenek. Ibu mungkin hanya akan ingat pernah mengajaknya liburan. Tetapi si kecil mungkin akan ingat tentang kucing di rumah nenek yang menggemaskan. 

Kenangan dari sebuah perjalanan tidak akan sama di mata orang tua dan anak. Begitulah gambaran saat anak liburan. Tanpa Ibu rencanakan, muncul satu kenangan baru untuk diingat sepanjang hidupnya nanti.

2. Anak jadi lebih bahagia

Sepulang dari berlibur, suasana rumah akan berbeda. Perasaan anak menjadi fresh dan bahagia, terutama saat si kecil tidak berhenti bercerita soal perjalanan liburannya. 

Setidaknya dalam seminggu, antusiasme liburan masih dirasakan oleh si kecil. Pengalaman baru yang diperoleh selama liburan, membuat si kecil bersemangat untuk menantikan jadwal liburan selanjutnya. 

Dilansir Motherly, otak akan dibanjiri dopamine saat seseorang mendapat pengalaman baru. Hal inilah yang menciptakan perasaan bahagia saat liburan. Dopamine tidak memandang usia, otak si kecil juga bisa menghasilkannya. 

Jadi saat orang tua mengajak anak liburan, bukan hanya ayah dan bunda yang bahagia tetapi seluruh keluarga akan merasakan hal yang sama.  

3. Mengajarkan kesabaran

Saat mengajak anak liburan, akan ada beberapa hal di luar ekspektasi, itu merupakan hal yang wajar terjadi. Seperti perubahan jadwal keberangkatan kereta atau pesawat, jenis makanan yang bisa dimakan, dan mungkin juga terdapat perbedaan waktu tidur.

Ibu mungkin pernah mengajak anak liburan menggunakan bus atau kereta, karena ingin mengenalkan moda transportasi. Ketika memilih transportasi umum, ibu telah mengajarkan tentang kesabaran saat menunggu jadwal keberangkatan.

Lama waktu menunggu bisa saja membosankan bagi si kecil. Tetapi, mengutip Wandering Wagars, rasa bosan juga memiliki manfaat yang baik bagi anak. 

Dapat dikatakan bahwa rasa bosan akan membangkitkan kreativitas anak. Seperti saat dalam perjalanan, seringkali si kecil memiliki ide untuk meramaikan suasana.

Dengan adanya beberapa kendala saat liburan, seperti lamanya jarak tempuh dan hal lainnya akan mengajarkan anak bahwa tidak semua hal sesuai dengan rencana. Sehingga, ketika mereka beranjak dewasa dan mengalami sebuah kegagalan, mereka tetap berani untuk mencoba lagi. Pelajaran seperti ini tidak ternilai seumur hidup.

4. Meningkatkan bonding/ ikatan keluarga

Mengajak anak liburan, juga jadi momen yang sangat ditunggu oleh anak, apalagi bagi anak dengan orang tua bekerja. Momen ini dapat menjadi waktu pengganti dalam membersamai anak. 

Mengajak anak liburan tidak  harus ke tempat yang jauh. Berlatih bersepeda di taman atau mendatangi kolam renang di dekat rumah, bisa menjadi momen liburan yang seru bagi si kecil. 

Melalui aktivitas seperti itu, ikatan keluarga atau bonding akan terbentuk. Saat berlatih berenang, anak akan bergantung pada orang tuanya. Dia percaya orang tua akan selalu berada di sisinya dan menyelamatkannya jika dia belum terampil berenang.

Begitu juga saat berlatih bersepeda. Kenangan semacam ini yang akan memperkuat ikatan antara orang tua dan anak. 




Tujuh Cara Menjadi Pendengar yang Baik Ala Ahli Public Speaking

Sebelumnya

Film Horor dan Dampak Psikologisnya terhadap Anak

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Family