Kota Madinah kini/ Net.
Kota Madinah kini/ Net.
KOMENTAR

KABAR hijrahnya Rasulullah saw. sudah lebih dulu sampai ke telinga muslimin Madinah yang disebut golongan Anshar (penolong). Dari itulah mereka beramai-ramai menyongsong kedatangan Nabi Muhammad di pinggiran kota. Meskipun berkali-kali menanti dan belum juga kelihatan sosok yang dinanti-nantikan, rakyat Madinah tetap bersemangat menyambutnya.

Hingga seseorang berseru dari atap rumahnya, dia meyakini apa yang terlihat di kejauhan adalah Nabi Muhammad dan sahabatnya. Kontan saja orang-orang Madinah berhamburan menuju pinggiran kota dan bersuka ria melihat Nabi Muhammad akhirnya tiba dengan selamat. Hijrah beliau sudah berhasil dengan gemilang berkat naungan rahmat Ilahi.

Abul Hasan al-Ali Hasani an-Nadwi dalam Sirah Nabawiyah Sejarah Lengkap Nabi Muhammad Saw. (2020: 304-306) menerangkan:

Al-Barra’ bin Azib mengatakan, “Nabi saw. telah datang (ke Madinah). Aku melihat penduduk Madinah menyambut Rasulullah saw. dengan kegembiraan yang tidak pernah kulihat sebelumnya, hingga para budak perempuan berkata, ‘Rasulullah telah datang.’”

Umat Islam bertakbir gembira karena kedatangan Rasulullah. Mereka belum pernah bergembira sepanjang hidup mereka seperti kegembiraan mereka karena kedatangan Rasulullah. Madinah pun tersenyum, membesar dalam pakaian kegembiraan dan kebanggaan.

Anas bin Malik al-Anshari, yang ketika itu masih anak-anak, mengatakan, "Aku menyaksikan saat Rasulullah memasuki Madinah. Aku belum pernah sama sekali melihat hari yang lebih bagus dan lebih cerah dari hari masuknya beliau ke Madinah menemui kami."

Menariknya lagi, kaum perempuan justru menjadi yang terdepan dalam menyambut kehadiran sang insan mulia. Bahkan gadis-gadis kaum Anshar melantunkan bait-bait syair Thala’al Badru ‘Alaina. Syair yang sudah berusia sekitar 1400 tahun tersebut masih sering bergema hingga detik ini, yaitu:

Thala’al badru ‘alaina

telah terbit bulan purnama kepada kita

Min tsaniyatil wada’

dari arah lembah Wada’

Wajabas syukru ‘alaina

wajiblah kita mengucap syukur

Ma da‘a lillahi da’

di mana seruan adalah kepada Allah

Wajarlah muslimin Madinah sangat bahagia disebabkan kerinduan yang teramat mendalam, yang mana nama beliau selalu disebut-sebut di setiap kali mendirikan shalat lima waktu.

Beliau telah tiba di gerbang kota Yatsrib dielu-elukan oleh lautan manusia, kemudian para tokoh setempat dengan ramah mempersilah rumah mereka untuk dijadikan tempat tinggal beliau.

Setiap kali melintasi perkampungan demi perkampungan kaum Anshar, tokoh-tokoh itu meraih tali kekang unta beliau sambil berkata, “Kemarilah menuju tempat yang berpenduduk banyak, lengkap peralatan perangnya, dan terlindungi.”

Said Ramadhan Al-Buthy dalam bukunya Fikih Sirah (2010: 207-208) menceritakan:

Beliau tiba di Madinah tanggal 12 Rabiul Awwal sebagaimana dinyatakan oleh Al-Mas’udi. Bukan main hangatnya orang-orang Anshar menyambut kedatangan Rasulullah saw. Mereka beramai-ramai mengerumuni sang Rasul sambil memegang tali kekang tunggangan beliau. Masing-masing berharap beliau sudi tinggal di rumah mereka.

Melihat hal itu Rasulullah bersabda, “Biarkan, sesungguhnya ia telah diperintah.”  

Tunggangan Rasulullah itu lalu dibiarkan berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Akhirnya, binatang itu berhenti di sebuah tanah tempat penjemuran kurma milik dua orang anak yatim dari kalangan Bani Najjar yang terletak tepat di depan kediaman Abu Ayyub Al-Anshari.

Rasulullah berseru, “Di sinilah aku akan menetap, jika Allah menghendaki.”

Abu Ayyub muncul dan langsung menuntun tunggangan Rasulullah ke kediamannya.




Perang Badar Kedua

Sebelumnya

Pengkhianatan Yahudi Bani Nadhir

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Sirah Nabawiyah