Selain India dan Indonesia, cuaca panas juga dialami warga Tokyo, Jepang/Net
Selain India dan Indonesia, cuaca panas juga dialami warga Tokyo, Jepang/Net
KOMENTAR

GELOMBANG panas di India sudah sangat mengkhawatirkan. Beberapa sekolah terpaksa ditutup, lantaran suhu di siang hari bisa mencapai 40 derajat Celsius. Kemudian, setidaknya sudah ada 13 orang yang meninggal dunia dan puluhan lainnya harus menjalami perawatan di rumah sakit.

Hal ini menambah panjang catatan kasus kematian akibat gelombang panas di India. Dalam 30 tahun terakhir, tercatat sudah ada 24 ribu orang yang meninggal dunia.

Tidak hanya itu, gelombang panas juga menyebabkan kebakaran hutam dan aspal di jalanan Kota Ahmedabad meleleh. Begitu pula di wilayah Surat, sepanjang 200 meter aspal jalan yang menghubungkan jembatan Chandra Shekhar Azad ke Aadian Patiya meleleh.

Kejadian ini bukan untuk pertama kali. Petugas Surat Municipal Corporation (SMC) mengatakan, bulan lalu jalan Sudram Nagar sepanjang 1,5 km juga meleleh.

Lalu, bagaimana dengan cuaca panas di Indonesia? Apakah Indonesia juga dilanda gelombang panas seperti India?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geologi (BMKG) dalam situs resminya menjelaskan, di Indonesia suhu maksimum harian tercatat mencapai 37,2 derajat Celsius. Suhu panas itu dipengaruhi oleh gerak semu matahari. Tren pemanasan global dan perubahan iklim yang terus terjadi hingga saat ini sangat berkontribusi menjadikan gelombang panas berpeluang terjadi lebih sering.

Lonjakan suhu maksimum yang mencapai 37,2 derajat Celsius melalui pengamatan stasiun BMKG di Ciputat pada pekan lalu, hanya terjadi satu hari, tepatnya pada 17 April 2023.

Suhu tinggi tersebut kini sudah turun dan suhu maksimum teramati berada dalam kisaran 34-36 derajat Celsius di beberapa lokasi. Variasi suhu itu masih dalam kisaran normal klimatologi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Secara klimatologis, dalam hal ini untuk Jakarta cuaca panas terjadi pada April, Mei, Juni. Tiga bulan itu adalah bulan-bulan di mana suhu maksimum mencapai puncaknya, selain Oktober dan November.

Jadi intinya, Indonesia tidak akan dilanda gelombang panas seperti di India. Cuaca ekstrem hanya terjadi pada 17 April lalu dan tercatat di Ciputat, Tangerang Selatan.

Setelah itu, cuaca harian berangsur turun, yaitu di kisaran 34-36 derajat Celsius. Memang masih cukup panas, karenanya BMKG menyarankan warga untuk menggunakan pelindung, seperti sunscreen, sunblock, payung, topi, maupun kacamata, saat beraktivitas di luar rumah.




Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Jangan Panik, Tingkat Penularan dan Angka Kematian Sangat Rendah

Sebelumnya

Tegaskan Kenaikan UKT Hanya untuk Mahasiswa Baru, Nadiem Makarim: Yang Lebih Mampu Bayar Lebih Besar, Yang Tidak Mampu Bayar Lebih Sedikit

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News