Dok. KemenPPPA
Dok. KemenPPPA
KOMENTAR

PEREMPUAN penyintas bencana gempa bumi Cianjur, tepatnya yang tinggal di Desa Sukamulya dan Desa Cibulakan mendapatkan pelatihan kuliner dan daur ulang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Hal itu merupakan bentuk kepedulian dan dukungan pemerintah agar perempuan di daerah bencana dapat berdaya secara ekonomi guna membangkitkan perekonomian di daerah mereka.

Diketahui bahwa Menteri PPPA Bintang Puspayoga kembali mengunjungi dan meninjau kondisi perempuan dan anak korban bencana alam gempa bumi yang berada di dua desa tersebut (4/4/2023).

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Anggota Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka yang bersama-sama Menteri PPPA berdialog dan mendengarkan apa saja yang menjadi kebutuhan perempuan penyintas bencana di kedua desa tersebut. Ia menyimak keluhan masyarakat terkait hunian dan aturan uang ganti rugi kerusakan rumah yang masih belum selesai.

Dalam kesempatan mengunjungi Saung SAPA di Desa Sukamulya, Menteri PPPA melihat dan meninjau Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Penyintas Bencana di Desa Sukamulya.

Menteri PPPA juga melihat Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Penyintas Bencana di Desa Cibulakan yang berfokus pada pelatihan daur ulang sampah dan pelatihan kuliner sekaligus meresmikan Saung SAPA Desa Cibulakan. 

"Pemilihan pelatihan di Desa Sukamulya ini dilakukan setelah mendengar apa yang menjadi kebutuhan para perempuan di Desa Sukamulya. Harapan kami dengan pelatihan ini, selain dapat mengisi waktu luang ibu-ibu, juga diharapkan dapat menambah pendapatan. Melalui pelatihan ini diharapkan juga dengan bimbingan APJI, para perempuan penyintas bencana dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki di desanya masing-masing, yang kemudian dapat diolah menjadi menu-menu, jajanan, dan aneka kue lainnya dengan cita rasa khas daerah,” ujar Menteri Bintang.

Sementara itu, pelatihan daur ulang sampah diharapkan dapat membantu upaya menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan sampah-sampah anorganik yang kemudian di daur ulang untuk menambah pemasukan.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi KemenPPPA dengan sejumlah mitra seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur serta Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI).

Menteri PPPA juga berharap agar Saung SAPA dapat direplikasi tidak hanya di Cianjur, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia, yang ke depannya dapat berfungsi serbaguna bagi masyarakat untuk memberikan penguatan dan pemberdayaan komunitas yang terdampak bencana. Khususnya, dalam perlindungan untuk perempuan dan menciptakan ruang ramah anak yang dapat menjadi tempat untuk berbagi informasi, pengalaman, dan ilmu pengetahuan lainnya.

Saung SAPA dapat difungsikan sebagai tempat pelatihan dan peningkatan bakat sekaligus tempat berlatih berbagai keterampilan seperti memasak dan menjahit. Saung juga dapat dijadikan tempat untuk belajar sambil bermain yang lebih nyaman dan ramah anak.

“Saya berharap pelatihan pemberdayaan perempuan penyintas bencana dapat menularkan semangat bagi kelompok perempuan rentan lainnya untuk bangkit, mandiri, dan lebih berdaya secara ekonomi," ujar Menteri PPPA.




Bikin Romantis, Negara Dongeng Republik Naminara di Korea

Sebelumnya

Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News