Nono, bocah prestasi diapit Menteri/Net
Nono, bocah prestasi diapit Menteri/Net
KOMENTAR

MESKI tenggelam dalam hiruk pikuk pemberitaan, Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau yang kerap disebut dengan Nono, bocah kelas 2 Sekolah Dasar (SD) asal Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mencuri perhatian publik.

Nono yang akhirnya viral karena prestasinya menjuarai lomba sempoa di International Abacus World Competition 2022 menjadi perbincangan dan menuai pujian dari netizen.

Bukan hanya kesederhanaan, rendah hati dan prestasi yang membuat publik takjub dan jatuh hati. Belakangan kisah mengenai Nono yang bukan seorang bocah aji mumpung dan menampung semua pemberian hadiah yang diberikan kepadanya viral mengiringi kepopulerannya.

Dari berbagai sumber, Farah.id mengumpulkan kisah-kisah Nono yang menolak hadiah dari sejumlah tokoh top.

1. Menolak Mobil 

Nuryati Ussanak Seran, ibunya Nono berkisah, Siswa SD yang bercita0cita menjadi tentara itu menolak hadiah mobil dari sebuah Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

"Kemarin Nono tolak pemberian oto (mobil) dari sebuah ATPM untuk Nono," kata Nuryati, yang dikutip dari Kompas.com, Senin (30/01/2023).

Nuriyati mengisahkan dirinya dan Nono sempat mengunjungi kantor pusat ATPM tersebut dan diterima oleh pimpinan perusahaan.

Menurutnya, Nono sempat diminta memilih mobil sebagai hadiah, namun putranya menolak.

"Tapi Nono tolak dan Nono bilang mau menciptakan kereta api cepat dan pesawat tercepat saja," ujarnya.

Karena menolak hadiah mobil, Nono akhirnya diberikan bonus oleh ATPM tersebut untuk menginap di hotel selama tiga hari dan berjalan-jalan keliling Jakarta. Nono dan keluarga kemudian mengunjungi beberapa tempat, salah satunya Monas.

2. Menolak Laptop dari Menteri Nadiem

Tak hanya mobil, Nono juga menolak pemberian laptop dari Menteri Nadiem Makarim.  Dari penuturan sang ibu, Nono juga menolak hadiah laptop dari Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim.

Nono memilih untuk mendapatkan beasiswa daripada menerima laptop dari sang menteri.

"Iya, Nono pilih beasiswa dan bola dari Pak Menteri," ungkap sang Mama.

Setelah menghadiri sejumlah undangan di Jakarta dan bertemu dengan Menteri Nadiem, Nuryati mengaku, dia dan Nono akan kembali ke Kupang pada Senin (30/1/2023) pagi.




Clean & Clear Indonesia Kembali Berikan Dukungan Penuh Bagi Tim Cricket Putri Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia

Sebelumnya

Hadirkan Tiga Zona Sehat, Bango Less Sugar Fit Festival Ajak Masyarakat Peduli Diabetes

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel C&E