Luka memar pada penderita diabetes juga tidak bisa diabaikan/Net
Luka memar pada penderita diabetes juga tidak bisa diabaikan/Net
KOMENTAR

MEMILIKI luka pada bagian kaki biasanya sering dialami oleh penderita diabetes. TIDak jarang kondisi luka tersebut lama sembuhnya, yang menyebabkan kaki membusuk dan bernanah, dan berujung amputasi.

Padahal, amputasi bukan solusi utama bagi para pengidap diabetes dalam mengatasi lukanya. Sebenarnya, amputasi sendiri bisa dicegah sedini mungkin jika para penderita diabetes rutin memeriksakan dan menangani lukanya dengan baik.

Menurut dr Adisaputra Ramadhinara, MSc, CWSP, FACCWS, dokter spesialis perawatan luka diabetes di Rumah Sakit Mandaya Puri, rata-rata orang Indonesia yang mengidap diabetes cenderung memiliki luka basah (terutama di bagian kaki).

Menurutnya, meskipun belum ada cara agar kaki tidak diamputasi, namun ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan, yaitu:

- Sadar akan risiko dari diabetes

- Jaga kebersihan kaki setiap hari

- Rutin memeriksa kaki, apakah ada luka kecil seperti luka sayatan, luka melepuh atau iritasi. Jika ada, pastikan untuk segera memeriksakan ke dokter. Jangan mengabaikan luka kecil.

- Gunakan alas kaki yang tepat (dianjurkan untuk menggunakan sepatu kets, jangan sandal jepit)

- Gunakan pelembab kaki jika kaki terasa kering

- Ganti kaos kaki bersih setiap hari (jika habis digunakan langsung dicuci kembali)

- Jangan rendam kaki dengan air hangat jika tidak tahu berapa suhunya (dikhawatirkan terlalu panas dan menyebabkan luka)

- Periksa sepatu sebelum dipakai, usahakan tidak ada benda asing seperti batu kecil-kecil di dalamnya.

- Jangan berjalan tanpa alas kaki, baik dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Selanjutnya, agar proses penyembuhan luka diabetes berjalan baik, kendalikan kadar gula secara optimal dan mengistirahatkan kaki selama dalam perawatan. Hindari menggunakan kaki yang terluka sebagai tumpuan beban dan jangan sepelekan luka sekecil apapun.

Jadi, luka kecil bagi penderita diabetes adalah suatu masalah besar yang jika diabaikan akan menjadi luka besar yang sulit untuk disembuhkan. Jalan satu-satunya adalah dengan amputasi.

Tapi, masih ada metode pencegahan seperti yang disebutkan di atas, yang sebaik dilakukan untuk mencegah luka membesar dan amputasi.




IDAI: Terapi Vitamin A untuk Anak dengan Campak, Perhatikan Dosisnya!

Sebelumnya

Anak Stunting Rawan Tertular TBC, Benarkah?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Health