post image
Aisha al-Ziani/ Net
KOMENTAR

MENJADI lagu pertama yang dipublikasikan sebagai official theme song Piala Dunia Qatar 2022, Hayya Hayya dinyanyikan oleh tiga penyanyi yaitu Trinidad Cordona, Davido, dan Aisha Al Ziani.

Aisha adalah penyanyi asal Qatar yang menjadi tuan rumah Piala Dunia.

"Hayya Hayya adalah ungkapan bahasa Arab yang dalam bahasa Inggris artinya let's go, kami mengajak orang-orang untuk bangun, bersemanga, dan merayakan," kata Aisha menjelaskan tentang makna di balik judul lagu tersebut.

Awalnya, Aisha mengunggah video-videonya bernyanyi melalui Instagram. Tentu menjadi sebuah lompatan besar dalam kariernya dengan terpilih untuk menyanyikan theme song Piala Dunia.

"Saya kira ini terkait dengan reaksi masyarakat terhadap musik dan cara saya bernyanyi, saya hanya ingin 'bersenang-senang' dengan bernyanyi, sangat jarang ada perempuan Qatar yang menyanyi secara online," ungkapnya.

Aisha bersama Donovan dan Davido pertama kali tampil di panggung secara live menyanyikan lagu Hayya Hayya pada bulan April 2022 saat pengundian grup Piala Dunia FIFA.

Penampilan Aisha yang mengenakan gamis dan berkerudung hitam di pentas global tentu mengejutkan banyak orang.

"Itu adalah salah satu momen terbesar yang terjadi dalam hidup saya, tapi saat itu saya hanya fokus pada tugas saya, pada misi yang harus saya lakukan, saya tidak memikirkan apa pun selain itu," kata Aisha.

Namun ketika ia menyetel kembali video penampilannya, barulah ia merasa terkejut dan takjub bahwa ia benar-benar tampil sebagai Muslimah dalam panggung yang berskala dunia.

Bagi Aisha, menyanyikan Hayya Hayya bukan sekadar memperdengarkan suara merdunya. Ada misi mulia di balik nyanyiannya, terutama membawa nama baik negaranya dan perempuan Qatar.

Aisha mengungkapkan kebahagiaannya ketika menyaksikan kiriman video dari gadis-gadis kecil yang menyanyikan lagu Hayya Hayya.

Ia bersyukur bahwa kehadirannya dapat memberi dampak bagi banyak orang, terutama untuk perempuan. Tak perlu takut untuk tampil berbeda, karena keberagamanlah yang membuat umat manusia menjadi kuat.

"Ya, saya merasakan tanggung jawab yang besar, sekalipun saya mendapat banyak dukungan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, tapi saya melakukan sesuatu yang berbeda, saya menjadi 'pembuka pintu', menjadi inisiator bagi perempuan-perempuan lain, dan itulah yang membuat misi saya menjadi berharga," pungkas Aisha, seperti dikutip Farah.id dari kanal YouTube Al Jazeera.




Bukan Perempuan 'Biasa', Inilah Sosok Erina Gudono Sang Calon Mantu Presiden Jokowi

Sebelumnya

Membanggakan, Perempuan Muslim Berdarah Palestina Ini Jadi yang Pertama Duduki Kursi Parlemen Georgia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Women