Ilustrasi/ Net
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

Kemudian Abu Thalib yang bijaksana berkomentar, “Alangkah senangnya kami membantumu, menerima nasihatmu, dan sangat membenarkan kata-katamu. Mereka, yang merupakan suku-suku dari pihak bapakmu telah berkumpul. Sesungguhnya aku hanyalah salah seorang dari mereka, namun aku adalah orang yang paling cepat memahami apa yang engkau inginkan. Oleh karena itu, teruskan apa yang telah diperintahkan kepadamu.”

Ketika itu, Abu Lahab menyahut, “Demi Allah! ini benar-benar merupakan aib besar. Ayo cegahlah dia sebelum dia berhasil menyeret orang lain selain kalian!”

Abu Thalib menjawab tegas, “Demi Allah! Sungguh selama kami masih hidup, kami akan membelanya.”
Pro kontra sudah terbuka lebar, karena kerabat Rasulullah sudah tidak satu kubu membela beliau. Abu Lahab membawa gengnya menyeberang untuk bersekutu dengan Bani Abdu Manaf yang justru musuh klan Bani Hasyim dan Bani Muthalib semata-mata demi memusuhi Nabi Muhammad.

 




Mudahnya Memercayai Isra' Mikraj di Era Super Modern

Sebelumnya

Membelah Bulan, Membelah Asa Mengolok-olok Nabi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Sirah Nabawiyah