post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

SETIAP hari Bunda memasak makanan, pasti ada kalanya makanan tersebut tidak habis dikonsumsi anggota keluarga. Mau dibuang, sayang. Akhirnya, Bunda memutuskan untuk menghangatkan untuk dikonsumsi keesokan hari.

Namun ada pendapat yang mengatakan, makanan yang sudah dihangatkan sebenarnya tidak layak dikonsumsi, karena sudah mengandung sejumlah racun.

Benarkah demikian? Menurut Wirawan Hartawan, President Director PT Hydrofarm Indonesia sekaligus penggiat pola makan sehat, ada latar belakang mengapa ada pendapat yang mengatakan demikian.

"Mungkin secara rasa, tidak ada perubahan dari makanan yang sudah dihangatkan. Tapi secara zat atau nutrisinya akan berubah jika cara memanaskannya salah akan mengandung racun karsinogen, penyebab penyakit kanker," kata Wirawan dalam YouTube channel Hydrofarm TV.

Sebagai contoh daging yang dibakar terlalu lama (gosong) dapat merusak zat yang ada di dalam daging yang kemudian jika dimakan akan menumbuhkan sel kanker dalam tubuh.

Lalu makanan apa saja yang tidak boleh dipanaskan berulang kali?

1. Bayam
Bayam mengandung banyak zat besi. Jika dipanaskan berulang kali (dihangatkan), maka zat besi tersebut akan berubah menjadi karsinogen yang dapat memunculkan sel kanker.

Sebaiknya, bayam hanya dimasak satu kali. Jika dalam 5 jam bayam olahan tersebut tidak habis dimakan, sebaiknya langsung disingkirkan (dibuang).

2. Seledri
Kebanyakan orang Eropa mengonsumsi seledri dalam kondisi mentah, sebagai campuran salad. Berbeda di Indonesia, seledri dipakai sebagai pelengkap masakan, misalnya sop.

Dalam suatu keadaan, seringkali sop dihangatkan untuk konsumsi selanjutnya. Namun sama seperti bayam, seledri yang dihangatkan atau dipanaskan berulang kali maka kandungan zatnya dapat berubah menjadi karsinogen juga.

"Baiknya seledri itu dimakan mentah, dijus, atau dibuat salad," saran petani sukses tersebut.

3. Brokoli
Brokoli seringkali ditim untuk makanan penambah ASI (MPASI) atau dicah kemudian dimasak.

Brokoli sebenarnya mengandung zat anti kanker. Dan mengonsumsinya direkomendasikan dengan cara mentah. Sebab jika dipanaskan, nutrisi dan vitaminnya akan hilang.

4. Lobak
Sama halnya dengan bayam, seledri dan brokoli, lobak baiknya dimakan mentah. Jika ingin dipanaskan, maka masaklah setengah matang.

"Seringkali saya lihat orang merebus lobak. Sudah matang, lobaknya dimasak lagi. Itu lobak sudah tidak punya vitamin, justru yang ada malah racun," ujar Wirawan.

5. Beetroot (Buah Bit)
Buah bit banyak mengandung vitamin dan zat potasium (paling komplit vitaminnya). Karena buah ini "rakus" akan vitamin, untuk menjaga kandungannya cukup dengan sekali memasak (tidak perlu dihangatkan).

"Kalau beetroot ini banyak dimasak, maka dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan. Ada baiknya beetroot dimasak setengah matang atau sekali lagi dikonsumsi mentah," ucapnya.

6. Jamur
Jamur dianggap sebagai makanan yang paling enak. Di dalam jamur banyak terkandung vitamin B yang baik untuk mencegah kanker dan memiliki protein yang tinggi.

Mengolahnya tidak boleh berulang kali. Jika dipanaskan berulang kali, maka probiotik atau bakteri baik berkurang dan menimbulkan efek samping berupa perut kembung (keracunan).

7. Ayam
"Pasti tidak ada yang kepikiran kalau ayam tidak boleh dipanaskan berulang kali. Mengapa? Ayam penuh dengan protein tinggi yang kalau dipanaskan berulang kali akan hilang," kata Wirawan.

Disarankan saat mengolah ayam menjadi makanan, ada baiknya jangan selalu digoreng karena vitaminnya akan hilang. Sebaiknya mengolah ayam dengan cara direbus atau dikukus dengan api kecil untuk menjaga kandungan proteinnya.

8. Telur
Sama dengan ayam, telur juga memiliki banyak protein tinggi. Disarankan untuk tidak terlalu lama merebus telur (hingga kuning telur berwarna kehitaman), karena akan memunculkan kolesterol tinggi juga penyebab kanker (karsinogen).

"Rebus telur hingga tiga perempat matang, kuning telur masih memiliki warna merah. Bagaimana caranya? Rebus telur 7 hingga 8 menit dengan api sedang, angkat dan segera celupkan telur ke air es selama 2 menit. Kemudian langsung makan," ujarnya.

Dengan cara seperti ini, maka kita akan memakan telur dengan nutrisi yang tinggi dan kolesterol yang rendah. Jika demikian, tidak perlu takut mengonsumsi telur setiap hari (kolesterol tinggi). Sebab HDL (kolesterol baik) lebih tinggi dari LDL (kolesterol jahat).

Anak Mengikuti PTMT, Menteri Nadiem Hampir Menangis

Sebelumnya

Catat! Ini Tips Memilih Masker yang Aman dan Nyaman untuk Anak

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family