post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

SAAT terhimpit dalam kesusahan, ketika tenggelam dalam penderitaan, manusia terkadang lupa bahwa Allah lah Yang Maha Penolong. Mereka seolah terbiasa untuk tenggelam dalam kepedihan, merintih, dan menangis.

Padahal, Allah telah memberikan contoh agung, seorang mulia yang tetap bersabar dan bertawakal kepada Allah saat sedang dalam kesulitan, bahkan di antara hidup dan mati. Dialah Nabi Yunus As, yang berada dalam kehimpitan saat berada di perut ikan paus.

Doa 'dzun nuun' yang diucapkannya sungguh memberi mustajab yang luar biasa. Apakah dzun nuun' itu?

Nuun' bermakna ikan, sedangkan dzun nuun' adalah sebutan untuk Nabi Yunus As. Seperti diceritakan oleh Hadist Riwayat Tirmidzi:

دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

"Doa dzun nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: ' Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin (tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya'."

Allah pun berfirman dalam Surat Al-Anbiya ayat 87-88:

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nuun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa.Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, 'Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim'. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman."

Allah menijabah doa Nabi Yunus, karena dalam doa beliau terdapat pengakuan pada ketauhidan Allah dan pengakuan terhadap setiap dosa, kesalahan, dan kezaliman yang diperbuatnya sendiri.

Jadi, alangkah baiknya bagi setiap hamba yang sedang mengalami kegelisahan untuk membaca doa dzun nuun. Insya Allah, Allah akan mudah mengijabahnya.

 

Jangan Pernah Menyerah, Ada Hikmah di Balik Musibah

Sebelumnya

Mendadak Yatim

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Islam