post image
Para penggagas batik Tepa Selira bersama Brand Ambasador batik Tepa Selira, Annisa Soebandono saat menggelar konferensi pers, di hotel Des Indes, Jakarta (Sabtu,10/04)/ Foto: Agung Hadiawan
KOMENTAR

LUAR biasa, menakjubkan, indah, dan elegan! Begitu terpukaunya mata saya melihat deretan koleksi Tepa Selira yang ditampilkan saat Private Launching Raya Series: Telaga Bidadari Act 1, Asmara, di Hotel Des Indes Menteng, Jakarta, Sabtu (10/4).

Sepanjang acara, mulai dari press conference hingga fashion show, tak henti saya berdecak kagum. Betapa begitu piawainya kumpulan anak muda ini mengeksplorasi batik, yang merupakan salah satu warisan budaya Nusantara, menjadi koleksi yang sangat indah, mewah, dan kekinian, jauh dari kesan kuno dan 'nggak banget'.

Adalah Fahrulia Amanda sebagai founder dan Astika Aquila, sang desainer sekaligus co-founder Tepa Selira. Dua anak muda yang mendirikan Tepa Selira pada 2019 ini, berhasil membuktikan bahwa batik Nusantara tidak hanya milik para leluhur atau orangtua, tapi begitu elegan ketika ada dan dipakai para kaum milenial.

"Tepa Selira memang diisi oleh anak-anak muda. Ibu-ibu di sana (Bojong Gede, Bogor) adalah ibu-ibu muda cekatan yang mampu memproduksi batik Tepa Selira dalam waktu cukup singkat (7 sampai 10 hari saja)," kata Astika, ditemui usai press conference Private Launching Raya Series.

Amanda bercerita, Tepa Selira diproduksi di daerah Bojonggede, Bogor, tempat kelahirannya. Kecintaan Amanda terhadap batik dan keinginan untuk memberdayakan wanita di daerahnya, membuat ia tergerak mendirikan Tepa Selira.

Di masa pandemi, Amanda mengakui bahwa Tepa Selira sempat terguncang. Namun karena memiliki tim yang pandai membaca pasar, mereka dapat segera bangkit.

"Ada tim kami yang pandai sekali melihat pasar. Kami juga mulai dengan membuka penjualan secara online, mengadakan virtual fesyen show, dan privat launching seperti sekarang ini," ujar dia.

"Intinya, terus semangat, terus berinovasi, jangan mudah menyerah, dan pandai melihat peluang," demikian Amanda.

 

Close X

Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren, Desainer Wignyo Rahadi Kembangkan Tenun Tradisional Khas Lebak, Banten

Sebelumnya

FridAulia Persembahkan A Tribute to Your Soul di Bogor Fashion Culture

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Fashion