Jaya Suprana/Net
Jaya Suprana/Net
KOMENTAR

TEORI relativitas Albert Einstein semula menjadi bahan tertawaan para ilmuwan di seluruh dunia, terutama di Inggris yang merupakan musuh utama Jerman pada Perang Dunia Pertama. Ironis bahwa ternyata justru seorang ilmuwan Universitas Cambridge, Inggris bernama Arthur Eddington yang membuktikan kebenaran teori relativitas umum Albert Einstein.

Gerhana Total

Setelah Perang Dunia I usai, Arthur Eddington sengaja melakukan perjalanan jauh ke Pulau Principe di lepas pantai Barat Afrika untuk melakukan pengamatan langsung terhadap gerhana matahari total pada tanggal 29 Mei 1919.

Pada saat gerhana surya terjadi secara total, Eddington membuat beberapa foto beberapa bintang di kerumunan Hyades termasuk Kappa Tauri pada konstelasi Taurus di kawasan sekitar matahari.

Menurut dugaan Einstein para bintang dengan sinar cahaya yang berlalu di dekat sang Surya akan tampak agak bergeser akibat sinar mereka dilengkungkan oleh gravitional field.

Pergeseran bintang ini hanya bisa dilihat pada saat gerhana matahari total akibat sinar dahsyat sang Surya mengaburkan letak posisi para bintang.

Pembuktian Eddington membenarkan Einstein yang dipublikasikan pada tahun 1920 antusias disambut oleh masyarakat sains sebagai alternatif pemikiran Isaac Newton yang semula sempat memonopoli dunia sains .

Alam Semesta

Eksperimen Eddington diberitakan secara luas oleh media massa internasional sebagai peristiwa penting dari dunia sains. Eddington sendiri kemudian melakukan kampanye mempopulerkan teori relativitas umum Einstein yang masih merupakan bahan tertawan masyarakat sains apalagi awam sekaligus juga sebagai pertanda persahabatan antara para saintifik sedunia tanpa peduli urusan politik.

Kuliah-kuliah Eddington tentang teori relavitias umum Einstein digabungkan ke dalam buku Mathematical Theory of Relativity pada 1923, yang oleh Albert Einstein disebut sebagai “presentasi terbaik tentang teori saya”.

Sementara Ludwik Silberstein yang juga mendukung pemikiran Einstein mengklaim bahwa di dunia hanya ada tiga orang yang mengerti makna teori relavitas, yaitu Siberstein, Eddington, dan Einstein.

Meski Arthur Eddington sepenuhnya percaya Tuhan sementara Albert Einstein menganggap Tuhan tidak ada, namun jelas Arthur Eddington didukung media internasional berjasa besar dalam membuktikan secara saintifik bahwa teori relavitas umum Albert Einstein adalah benar.

Maka pemikiran Einstein menjadi landasan pemikiran fisika, astonomi dan kosmologi abad XX sampai abad XXI sebelum ada pemikiran baru lain lagi tentang alam semesta ini.




Viral, Seorang Terapis Diduga Lakukan Kekerasan kepada Anak Penyandang Autisme

Sebelumnya

Menggratiskan Tes PCR Pasti Mampu Jika Mau

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana