post image
Hana Tajima/www.hanatajina.com
KOMENTAR

HANA Tajima adalah seorang desainer yang berkiprah di bidang fesyen busana muslim. Perempuan bernama lengkap Hana Tajima Simpson ini adalah seorang mualaf. Keputusan menjadi mualaf ia jalani sejak umur 17 tahun.

Hana merupakan blasteran Jepang-Inggris. Kedua orangtua Hana merupakan seniman. Hana tumbuh di kota Davon, kota kecil di bagian tenggara Inggris. Keluarga Hana tak begitu religius. Sebelum sukses sebagai perancang mode, dia mengaku tak pernah bermimpi memeluk Islam.

Keingintahuan Hana yang besar tentang agama Islam muncul ketika Hana menimba ilmu fashion di Exeter. Saat itu Hana berteman dengan sejumlah muslim.

Rasa penasaran yang tinggi Ia rasakan ketika teman-teman muslimnya selalu menolak saat diajak ke klub. Dari situ, ia penasaran akan pilihan teman-teman muslimnya yang menolak untuk diajak berseang-senang.

Hana merasa bahwa ia terpanggil untuk memeluk agama Islam. Sempat bingung dengan arah tujuannya, Hana membaca banyak buku tentang agama dan mulai mempelajari Alquran. Dari Alquran, ia menemukan banyak isu, mulai dari hak perempuan hingga kehidupan kontemporer diatur dalam kitab umat muslim itu.

“Semakin saya membacanya, semakin banyak hal yang saya setujui dari Alquran. Saya akhirnya bisa melihat mengapa Islam sungguh berpengaruh pada kehidupan teman-teman muslim saya.”

Sejak itulah Hana Tajima memantapkan diri menjadi seorang muslimah tepatnya di tahun 2008.

Terbiasa dengan berbusana ala Barat, cukup memusingkan Hana dalam berpakaian saat mulai menjadi mualaf. Namun kondisi itu tidak menjadi penghalang bagi Hana, justru membuat ia mulai berpikir dan berinovasi. Ia menjadikan gaya busana ala Barat sebagai inspirasi menciptakan busana hijab muslimah yang trendi.

Hana kemudian menjelma menjadi trendsetter dan gaya berpakaiannya banyak menginspirasikaum muslimah muda. Semenjak memeluk agama Islam, Hana aktif menulis tentang fesyen muslim dan sering mengunggah gaya berbusananya ke blog pribadinya, www.hanatajima.com.

Gaya berbusana Hana menuai respons positif dari para pecinta busana muslim dan blogger muslimah di Inggris. Blog Hana sedikitnya dikunjungi 2.000 pengunjung per hari yang dengan mayoritas pengunjung yaitu muslimah dari berbagai penjuru dunia.

Keunikan Hana dalam berbusana membuatnya dilirik media. Wajah Hana pernah muncul di beberapa media papan atas di antaranya Independent (Juli 2010), BBC (Mei 2010), Elle serta Vogue (Mei 2011), Address Magazine, dan Harper's Bazaar.

Hana kemudian memulai bisnis fesyen muslim bersama sang suami di London dengan label MAYSAA, yang dalam bahasa Arab memiliki arti "Berjalan dengan martabat". Brand ini memiliki tujuan untuk memasarkan pakaian muslim yang modern, simpel dan nyaman dipakai oleh semua kalangan serta dapat diterima oleh semua kultur masyarakat.

Karena karir Hana sebagai fashion hijab blogger begitu mengagumkan, sebuah retailer besar asal Jepang mengajaknya berkolaborasi untuk memperluas segmen pasar yaitu industri fashion hijab di awal tahun 2015. Dan hingga kini, kolaborasi antara Hana Tajima dan Uniqlo tetap terjalin erat bahkan makin disukai para pecinta gaya simpel modest fashion.

Pada setiap karyanya terlihat bahwa Hana menjunjung nilai kaidah religi. Meski demikian, desain Hana tetap memiliki nilai modern, trendi, simple chic serta menggunakan material yang sangat nyaman dan berkualitas. Dan tentu saja bentuk siluet koleksi karyanya tetap mengikuti syariat Islam.

Tahun ini Hana mempersembahkan koleksi 2020 Fall/Winter kolaborasinya dengan UNIQLO. Dengan filososfi kepekaan terhadap budaya, kolaborasi eksklusif ini menampilkan produk-produk yang elegan dan simpel, serta nyaman dan serbaguna untuk semua perempuan dari berbagai latar belakang tanpa memandang usia, ras, budaya atau kepercayaan.

Close X

OOTD Ana Octarina: The New Fashion Hijab Influencer

Sebelumnya

Terpikat Pesona Kain Tenun Tradisional Sumba

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Fashion