post image
Dalam menerapkan disiplin pada anak, keluarga Jepang menekankan tiga hal yaitu kelekatan, empati, dan harmoni/ Net
KOMENTAR

SUDAH sekitar 7 bulan anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tak hanya anak yang mengeluh, orangtua pun semakin dihadapi dengan kedisiplinan anak. Sebab selama di rumah, anak cenderung lebih santai dan enggan mengikuti jadwal yang sudah diterapkan.

Bagaimana ketika anak kembali bersekolah? Inilah tantangannya! Kedisiplinan merupakan salah satu karakter yang perlu dibangun dalam diri anak sedini mungkin.

Merangkum platform pendidikan Sekolah.mu, penerapan disiplin yang dilakukan oleh orangtua di Jepang sangat menarik untuk menjadi inspirasi ibu dan ayah.

"Apakah Ibu dan Ayah penasaran bagaimana anak-anak di Jepang usia 2 tahun mampu duduk tenang di dalam kereta?" tulis Sekolah.mu.

Menurut studi Kansas Association for Infant Mental Health yang berjudul "Disiplin dalam Anak Usia Sini", dalam menerapkan disiplin pada anak, keluarga Jepang menekankan tiga hal yaitu kelekatan, empati, dan harmoni.

Memang ini akan membuat anak-anak bergantung sepenuhnya kepada ibu. Tapi di lingkungan sosial, anak-anak justru taat dan belajar mandiri, seperti halnya orang dewasa.

1. Membangun hubungan erat antara orangtua dan anak

Orangtua di Jepang membentuk hubungan emosional di masa 6 tahun pertumbuhan anak. Caranya, mengasuh sendiri dan minim bantuan orang lain apalagi pengasuh. Alasannya, hubungan yang erat akan membuat anak lebih mudah memahami dan mengikuti apa yang disarankan orangtua.

2. Orangtua menjadi panutan yang baik untuk anak

Orangtua di Jepang percaya, sikap mereka akan lebih mudah diikuti anak ketimbang nasihat. Jadilah mereka siap menjadi contoh dan menunjukkan cara melakukan sesuatu, termasuk disiplin. Dengan begitu, mereka tidak hanya memerintah namun ikut melaksanakannya bersama dengan anak.

3. Menanamkan sifat saling menghargai

Anak dibiasakan tidak memandang status atau jabatan setiap orang. Sehingga anak memiliki sikap sopan dan mampu menghargai orang lain.

4. Orangtua menghargai emosi anak

Anak diajarkan memahami dan menghargai perasaan orang lain, termasuk hewan, tumbuhan, dan benda mati. Tujuannya, agar anak mampu menghargai orang lain dan lingkungan sekitar.

Close X

Si Kecil Bercita-Cita Menjadi Guru? Siapkan Hal Ini, Bunda..

Sebelumnya

Apa Yang Anak Anda Tonton Di YouTube? Penelitian Membuktikan, Sebagian Besar Adalah Iklan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Parenting