Setelah perjuangan selama beberapa dekade, benua Afrika segera dinyatakan bebas dari polio liar/The Guardian
Setelah perjuangan selama beberapa dekade, benua Afrika segera dinyatakan bebas dari polio liar/The Guardian
KOMENTAR

BENUA Afrika akan segera dinyatakan bebas dari polio liar dalam waktu dekat ini, setelah puluhan tahun bekerja dengan koalisi badan kesehatan internasional.

Menurut Komisi Sertifikasi Regional Afrika (ARCC), kasus polio liar terakhir tercatat terjadi di utara Nigeria, empat tahun lalu. Karena itulah mereka berharap bahwa Afrika dapat dinyatakan bebas dari polio liar.

Pencapaian tersebut merupakan hasil dari kampanye untuk memvaksinasi dan memantau anak-anak di Negara Bagian Borno, garis depan terakhir upaya pemberantasan polio di benua itu, dan jantung pemberontakan militan di Nigeria.

"Ini merupakan upaya yang sangat penting dan besar, dengan ketekunan dan ketekunan yang luar biasa, datang di hadapan saat-saat ketika kita mengira kita hampir sampai, kemudian kita akan mengalami pembalikan," kata Direktur Regional Badan Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Matshidiso Moeti.

Dia menambahkan bahwa WHO telah memainkan peran koordinasi sentral dalam Inisiatif Pemberantasan Polio Global. Ini merupakan sebuah koalisi pemerintah nasional dan pemimpin lokal, bekerja dengan Unicef, Bill and Melinda Gates Foundation, Rotary International, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat serta jutaan relawan komunitas di seluruh benua.

Sejumlah faktor kunci dalam pemberantasan polio liar di Afrika adalah meningkatkan pengawasan, mengatasi tingkat kekerasan skeptisisme vaksin yang memicu serangan mematikan pada petugas kesehatan dan masuknya penyintas polio dalam tim pemberantasan.

"Saya sangat ingin memberikan penghormatan kepada para penyintas polio, yang telah bergabung dalam perjuangan, yang telah membantu berbagi pengalaman mereka tentang disabilitas dengan polio dan dampaknya terhadap kehidupan mereka," jelasnya.

Pada fase terburuknya, sekitar 75 ribu anak di Afrika pada tahun 1996 mengalami kelumpuhan akibat polio. Namun kini momen kelam itu menjadi bagian dari pengalaman pahit masa lalu yang tidak ingin diulang.

"Momen ini menggarisbawahi pentingnya memperhatikan dan memprioritaskan kebutuhan penyandang disabilitas di kawasan Afrika dengan lebih baik. Kesehatan bukan hanya tidak adanya penyakit yang bisa membunuh, itu adalah perasaan sejahtera yang utuh," paparnya, seperti dikabarkan The Guardian.




Kemenkes Sosialisasikan Pertolongan Pertama pada Pasien Demam Berdarah

Sebelumnya

Benarkah Cuaca Panas Ekstrem Berbahaya Bagi Penderita Diabetes?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Health