post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

PERKEMBANGAN virus corona semakin cepat. Kini, sebagian besar mereka yang terinfeksi sudah tidak lagi memunculkan gejala. Mereka disebut orang tanpa gejala (OTG) yang berpotensi besar menjadi pembawa virus Covid-19.

OTG atau istilahnya disebut silent carrier ini memang sangat meresahkan. Bagaimana tidak, mereka tak mengerti jika sudah terinfeksi corona dan dengan leluasa beraktivitas. Para OTG ini tidak sadar, jika mereka telah membawa penyakit dan berpotensi tinggi untuk menyebarkannya.

Walau begitu, ada beberapa ciri yang bisa dikenali dari para OTG ini.

1.Memiliki Sistem Imunitas Yang Kurang Baik

Seseorang dapat memiliki jenis imun yang terbagi dua, yaitu immunocompetence dan immunocompromised. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh immunocompetence akan bereaksi cepat dengan virus yang datang. Mereka tidak akan memunculkan gejala yang hebat lantaran sistem kekebalan tubuhnya mampu bekerja dengan baik. Sistem immunocompetence ini akan mengirimkan sinyal pada tubuh untuk melepaskan sel darah putih dan sel T.

Berbeda dengan immunocompetence, mereka yang memiliki immunocompromised sistem kekebalan tubuhnya tidak dapat bekerja dengan baik untuk menangkal virus. Sistem kekebalan tubuhnya tidak dapat mengenali benda asing. Patogen seperti virus corona dapat dengan cepat berubah dan beradaptasi untuk dapat bertahan, sehingga mampu menghindari deteksi yang dilakukan pada tubuh. Gejala-gejala awal seperti lesu, sakit, dan sebagainya akan bermunculan.

2.Terjadi Pada Anak Muda

Kelompok usia muda dianggap memiliki risiko asimptomatik yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Sebab mereka memiliki sistem pertahanan tubuh yang cenderung stabil.

Dalam sebuah kajian medis, virus corona tidak dapat menginfeksi seseorang apabila daya tahan tubuhnya mampu menangkal. Namun virus ini dapat bertahan hidup hingga beberapa hari sebelum menemukan inang baru.

Nah, usia produktif ada pada anak-anak muda ini. Mereka akan aktif bergerak dan bepergian ke mana saja, sehingga berpotensi sebagai penular. Sebuah penelitian dia University of Texas menyatakan, seseorang yang tidak menunjukkan gejala awal memipin risiko penularan 10 persen.

3. Asimptomatik

Adalah nama lain dari seseorang yang memiliki virus corona di dalam tubuh, namun tidak memiliki gejala awal. Kasus pertama terjadi di Taiwan, yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah episenter, Hong Kong dan Italia. Ia tidak menimbulkan gejala seperti batuk, demam, dan sebagainya.

Kasus seperti ini perlu diwaspadai, lantaran laporannya semakin tinggi dan terus berkembang luas.

4. Hilangnya Indera Penciuman

Sebenarnya, ada gejala paling umum yang dirasakan para OTG. Yaitu, hilangnya indera penciuman. Karena, virus ini menyerang sistem pernapasan manusia. Gejala ini dapat muncul tanpa adanya gejala lain.

5. Pergi ke Wilayah Episenter

Jika Anda sudah memiliki gejala kehilangan penciuman dan pernah melakukan perjalanan ke daerah episenter, segera lakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Dengan cara ini, Anda tidak menularkan virus corona kepada kelompok usia lanjut yang cenderung rentan.

Jika Anda memiliki ciri-ciri tersebut, segeralah melakukan isolasi mandiri. Sayangi keluarga Anda, terutama mereka yang sudah lanjut usia. (F)

 

 

Close X

Jika Lulus Tes, Vaksin Tiongkok Siap Diproduksi 2021

Sebelumnya

Ayah Tahu Tidak? Memeluk Bunda Bisa Memperpanjang Usia, Loh

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Health