post image
Amy Atmanto
KOMENTAR

NAMA Amy Atmanto sebagai desainer papan atas Indonesia tak hanya dikenal lewat haute couture kebaya dan kaftan tetapi juga sebagai pembina industri kreatif, womanpreneur, pegiat sosial, aktivis perempuan, serta wartawan.

Sumbangsih nyata Amy dalam masyarakat bisa terlihat dari dua “rumah” miliknya. Pertama, Rumah Kreatif Amy Atmanto yang didirikan sejak tahun 2008. Rumah Kreatif ini menjadi sarana Amy melatih para sahabat disabilitas dan kaum duafa untuk memiliki keahlian di bidang fesyen yaitu memasang mote dan payet.

Ribuan sahabat disabilitas telah mengikuti workshop Rumah Kreatif Amy Atmanto. Di sana, mereka bukan hanya diajarkan keterampilan memasang payet dan mote tapi juga membiasakan nilai-nilai positif seperti bagaimana bertanggung jawab dan disiplin memanfaatkan waktu. Dengan memiliki keterampilan, para sahabat disabilitas dan kaum duafa diyakini dapat hidup mandiri.

“Rumah” kedua adalah RIAT alias Rumah Internet Atmanto. Digagas oleh Adam Atmanto dan Faiz Atmanto, RIAT memiliki misi menyediakan solusi praktis bagi para sahabat disabilitas visual dengan memanfaatkan teknologi. Tujuan RIAT yang hadir sejak 2016 ini adalah memberi nilai lebih untuk masyarakat dan lingkungan, terutama para teman tunanetra.

RIAT memberi pelatihan seputar internet dan digital marketing. Dua materi tersebut diharapkan dapat menjadi landasan untuk para teman tunanetra merintis profesi sebagai internetpreneur maupun bekerja di bidang lain yang dekat dengan teknologi.

Kiprah Amy tidak berhenti sampai di situ. Sebagai salah satu womanpreneur sekaligus pegiat dunia informatika dan internet, Amy didaulat sebagai salah satu pembicara dalam ajang Miss Internet Indonesia 2019. Ini menjadi salah satu kepeduliannya memberdayakan perempuan Indonesia (terutama generasi milenial) agar melek dunia siber dan tangguh mengarungi era industri 4.0.

Pada kesempatan tersebut, CEO Royal Mediacomm ini membagikan kiat agar perempuan Indonesia tetap eksis, berani mengambil kesempatan, mampu menghadapi tantangan di era digital, sekaligus berperan aktif untuk kemajuan bangsa dan negara.

Tidak hanya itu, sebagai mantan jurnalis istana yang kini Wakil Ketua PWI Jaya Bidang Kelembagaan, Amy juga kerap menjadi narasumber untuk berbicara seputar dunia kerja jurnalis. Sosoknya yang multitalenta dengan segudang pengalaman menjadi sumber inspirasi bagi para jurnalis muda.

Seperti di bulan Mei lalu, dalam kegiatan Orientasi Wartawan PWI Jaya, Amy menjelaskan pentingnya para jurnalis memahami kode etik jurnalistik—termasuk double check data—sambil terus memperkaya ilmu jurnalistik dan memperluas wawasan. Dengan demikian, para jurnalis akan mampu menghasilkan informasi yang benar dan berkualitas untuk menangkis hoaks dan deepfake.

Beragam profesi dan kapabilitas yang ia miliki semakin memperkaya dirinya sebagai pribadi maupun sebagai seorang fashion designer. Kecintaan Amy terhadap industri kreatif terutama fesyen memang tidak perlu diragukan lagi.

Bahkan, di masa pandemi Covid-19, ia tetap mengabdikan diri untuk keberlangsungan industri kreatif di Tanah Air.

Sebagai desainer dengan karya yang menjadi langganan para figur publik dan selebriti ini, pandemi tidak membuatnya duduk berpangku tangan. Amy menyadari bahwa pandemi tak hanya menakutkan sebagai virus yang membahayakan kesehatan tapi juga menakutkan dengan dampaknya dalam bidang ekonomi.

Karena itulah ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar ‘rantai’ rezeki di lingkaran pekerja seni dan industri kreatif tidak mati. Niatnya satu, pegiat UMKM dan pelaku industri kreatif bisa terus produktif. Meski sempat merasakan babak-belur di awal pandemi, perlahan-lahan industri mode Tanah Air mampu beradaptasi dan mulai menggeliat.

Amy membesut Royal Astana sebagai penyemangat perempuan Indonesia agar tetap semangat menghadapi masa sulit, tetap tampil cantik dalam gaya bersahaja, dan tetap sehat. Meski dihadang social distancing dan pengetatan finansial akibat pandemi corona, karya-karya indahnya justru bisa dinikmati oleh lebih banyak perempuan Indonesia.

Jika nama Amy Atmanto dulu identik dengan keglamoran busana haute couture kebaya dan kaftan, kini ia mengembangkan kiprahnya dengan merilis busana ready to wear. Sebuah langkah cerdas untuk mempercantik perempuan Indonesia in affordable way saat era new normal.

Apa yang membuat pengabdian seorang Amy Atmanto begitu besar untuk bangsa ini?
Tak lain karena ia menganut falsafah “happiness is to share more” yang menjadi roh kesehariannya, dan keyakinan “be kind for Allah” sebagai jalan bersyukur atas limpahan anugerah yang diberikan Allah untuknya.

Maka pandemi tak hanya melecut kreativitasnya dalam berkarya tapi juga memacunya untuk lebih banyak berbagi. Entah sudah berapa kali Amy berbagi. Mulai dari membagikan APD bagi petugas medis hingga makanan bagi kaum duafa.

Amy memilih menjalani hidup dengan simpel, apa adanya. Dengan demikian ia tidak merasa berat dan terbebani, juga tidak membebani orang lain. Ia pun menyadari bahwa setiap manusia dilahirkan ke dunia untuk satu tujuan yaitu menjadi manfaat bagi sesama. Karena itulah manusia harus bijak memilih cara mengisi hidupnya selama hidup di dunia.

Nilai-nilai bijak itulah yang ia tanamkan kepada dua buah hatinya yang beranjak remaja. Dan bukan sekadar petuah, Amy membuktikannya dalam bentuk kontribusi nyata di tengah masyarakat. Tiada hari tanpa berbuat baik dan memotivasi orang lain untuk melakukan hal positif.

Seperti caption penuh makna yang ia unggah di halaman instagramnya: Stay positive. No matter what… jangan lelah berbuat kebaikan. Fabi ayyi alaa i rabbikumaa tukadzdzibaan. Kita hanya menjadi kepanjangan tanganNya. Be kind for ONLY Allah. (F)

 

 

Close X

Jelang Pemilu AS, Barbie Luncurkan Boneka Tim Kampanye Wanita

Sebelumnya

Polandia Bersiap mundur Dari Perjanjian Tentang Kekerasan Terhadap Wanita

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Women