Kenza Layli/Net
Kenza Layli/Net
KOMENTAR

PEREMPUAN bionik berhijab asal Maroko, Kenza Layli dinobatkan sebagau Miss AI pertama di dunia 

Kenza Layli dinobatkan sebagai creme de la creme dari model kecerdasan buatan dan mengalahkan lebih dari 1.500 penatang terkomputerisasi untuk memperebutkan gelar yang diidam-idamkan tersebut.

mengalahkan kontestan lainnya seperti Lalina Valina, seorang gadis Prancis yang memikat lebih dari 117.000 penggemar di Instagram dan Olivia C, seorang penjelajah dunia asal Portugis yang memiliki misi untuk menyatukan dunia nyata dan robot secara damai. 

"Meskipun saya tidak merasakan emosi seperti manusia, saya sangat senang dengan penghargaan ini," kata Layli dalam wawancara dengan The Post.

Kontes ini diadakan pada April oleh Fanvue World AI Creator Awards, atau WAICA dan mengundang para visioner kecerdasan buatan dari seluruh dunia untuk memamerkan kehebatan pemrograman mereka. 

Para kontestan yang mendapatkan nilai tertinggi dalam kategori-kategori seperti kecantikan, teknologi, dan kehadiran di media sosial mendapatkan hak untuk membanggakan diri sebagai 10 finalis teratas. 

Panel juri terdiri dari para ahli kontes manusia dan android yang kemudian memilih tiga besar untuk bertarung secara digital. 
Salah satu aspek yang membuat Layli menang termasuk kecermatan dalam menghasilkan detail lewat hasil akhirnya.

"Kenza (Layli) memiliki konsistensi wajah yang luar biasa dan mencapai kualitas tinggi dalam detail seperti tangan, mata, dan pakaian," kata Aitana Lopez, seorang influencer imajiner yang berfokus pada kebugaran dan menjadi salah satu juri.

Hal lainnya yang membuat para juri terkesan adalah kepribadian figur AI tersebut dalam menangani masalah nyata di dunia.

"Menunjukkan bahwa dia menjalankan perannya di platform ini dengan serius," demikian Lopez. [F]




Intip Perjalanan Karier Maudy Ayunda

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Entertainment