Ilustrasi sulam alis/Freepik
Ilustrasi sulam alis/Freepik
KOMENTAR

SULAM alis kini menjadi salah satu prosedur kecantikan yang cukup popular di kalangan perempuan. Tujuan sulam alis untuk memperbaiki bentuk alis dan membuat tampilan wajah lebih menarik dan tampak berbeda.

Keputusan untuk melakukan sulam alis demi mendapatkan alis yang indah, memang berada di tangan masing-masing. Tetapi, ada baiknya diketahui terlebih dulu ap aitu sulam alis dan pertimbangkan manfaat serta risikonya.

Islam sendiri sebenarnya tidak menyukai perempuan yang melakukan sulam alis, karena sama dengan mengubah ciptaan Allah Swt. Sebab dalam surat At-Tiin ayat 95 Allah Swt memberikan petunjuk-Nya, bahwa “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya”.

Sulam alis tentu saja memiliki risiko yang cukup tinggi. Jika tidak dilakukan secara hati-hati, bisa mengganggu Kesehatan mata. Seperti yang dialami seorang perempuan asal Inggris, Danielle Hubbard, yang kisahnya viral di media sosial.

Hubbard dikabarkan mengalami gangguan mata hingga terancam buta. Ia terpaksa dilarikan ke rumah sakit usai menjalani prses sulam alis. Diakuinya, penyulaman alis itu tidak didahului dengan tes alergi dan diduga Hubbard mengalami alergi berat dari pewarna dalam proses sulam alisnya tersebut.

Ia bercerita, sebelumnya tidak ada keluhan saat melakukan perawatan, hingga saat Hubbard bangun tidur keesokan pagi, mata kiri mendadak membengkak dan wajahnya sangat merah hingga meradang. Selanjutnya, dia mengaku tidak bisa melihat.

“Saat saya melihat ke cermin, saya merasa ngeri. Alis saya terasa kencang, berkerak, meradang, dan merah,” kata Hubbard.

Oleh orang terdekatnya, ia dilarikan ke rumah sakit. Setiba di sana, Hubbar diberi steroid untuk mengobati reaksi alergi. Dua minggu berikutnya, wajahnya berangsur pulih.

Selanjutnya, Hubbard mengaku kembali ke salon untuk mengeluh dan meminta kompensasi atas apa yang terjadi pada mata dan wajahnya. Hanya saja, ahli kecantikan di salon tersebut tidak menunjukkan penyesalan dan tidak ada permintaan maaf. Bahkan, menurutnya, salon tersebut mencoba membuatnya menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa ia telah menerima segala konsekuensi saat menjalani perawatan.

Saat itulah Hubbard merasa frustasi dan tidak mengerti mengapa salon tersebut bisa lolos. Tapi ia beruntung, karena peradangan tersebut tidak meninggalkan bekas luka permanen.

“Sebelumnya saya tidak pernah sulam alis dan atas kejadian ini saya tidak akan kembali ke salon tersebut dan tidak akan sulam alis lagi di mana pun,” ujar dia.




Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Jangan Panik, Tingkat Penularan dan Angka Kematian Sangat Rendah

Sebelumnya

Tegaskan Kenaikan UKT Hanya untuk Mahasiswa Baru, Nadiem Makarim: Yang Lebih Mampu Bayar Lebih Besar, Yang Tidak Mampu Bayar Lebih Sedikit

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News