Tim Cook dan Presiden Joko Widodo/Instagram @jokowi
Tim Cook dan Presiden Joko Widodo/Instagram @jokowi
KOMENTAR

PERTEMUAN antara CEO Apple Tim Cook dan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Rabu (17/4) berfokus pada eksplorasi rencana strategis.

Menurut Presiden Joko Widodo, rencana strategis tersebut termasuk peluang ekspansi Apple di Indonesia dan integrasi lebih dalam ke rantai pasok global.

“Saya mengajak Apple membentuk pusat inovasi bersama universitas potensial di Indonesia untuk pengembangan sumber daya manusia. Saya juga mendorong Apple membangun pabrik manufaktur di dalam negeri,” demikian pernyataan Presiden dalam laman Instagram @jokowi.

Dari penelusuran Farah.id, diketahui bahwa Apple Developer Academy saat ini sudah tersebar di Surabaya, Batam, Tangerang, dan yang terbaru adalah di Bali. Apple Developer Academy ini merupakan salah satu bentuk investasi fasilitas pendidikan Apple di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang memaparkan bahwa total investasi untuk keempat fasilitas pendidikan tersebut ditaksir mencapai Rp1,6 triliun.

Menanggapi permintaan Presiden Joko Widodo, Tim Cook mengaku akan mempertimbangkan untuk membangun pabrik Apple di Indonesia.

“Berbicara tentang keinginan Presiden untuk melihat adanya pabrik Apple di negara ini, kami sedang melihat peluangnya. Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi kami,” kata Tim Cook.

Data menunjukkan bahwa dari 2,8 juta ponsel yang diimpor ke Indonesia pada tahun 2023, sebanyak 85 persennya adalah iPhone. Nilai impor tersebut mencapai 2 juta dolar Amerika atau setara Rp32 triliun.

Saat ini, semakin banyak masyarakat yang tertarik menggunakan iPhone. Selain karena kualitas yang memang sudah dikenal sangat mumpuni, ihwal “gengsi” juga menjadikan iPhone semakin digemari.

Seperti saat menjelang Idulfitri baru-baru ini, diketahui bahwa penyewaan iPhone untuk Lebaran laris manis dimanfaatkan banyak orang. Bagaimanapun juga iPhone masih menjadi simbol kemapanan seseorang.




Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Jangan Panik, Tingkat Penularan dan Angka Kematian Sangat Rendah

Sebelumnya

Tegaskan Kenaikan UKT Hanya untuk Mahasiswa Baru, Nadiem Makarim: Yang Lebih Mampu Bayar Lebih Besar, Yang Tidak Mampu Bayar Lebih Sedikit

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News