Ilustrasi sel telur yang dibekukan/langit7
Ilustrasi sel telur yang dibekukan/langit7
KOMENTAR

SETAHUN lalu, kita sempat dihebohkan dengan istilah “child free”, yaitu suatu kondisi ketika seseorang atau pasangan memutuskan untuk tidak memiliki keturunan. Sebenarnya, ini bukanlah konsep baru, karena beberapa negara maju sudah lama menerapkannya.

Child free menimbulkan masalah besar, karena ancaman terputusnya generasi baru. Seperti di China, saat ini sudah banyak sekolah dasar yang terpaksa tutup karena tidak memiliki siswa. Angka kelahiran menurun drastis, hingga pemerintah setempat mencari berbagai cara agar masyarakatnya mau memiliki keturunan.

Tahun lalu, konsep ini sedikit tenggelam karena adanya konsep baru yaitu egg freezing, suatu prosedur di mana sel telur dari seorang perempuan diambil, kemudian dibekukan dan disimpan untuk digunakan di masa depan. Metode ini dianggap lebih ‘manusiawi’ untuk mengurangi kekhawatiran pasangan muda untuk memiliki keturunan.

Di Singapura, pemerintah melonggarkan peraturan dan mengizinkan perempuan berusia 21 dan 37 untuk menjalani pembekuan sel telur tanpa memandang status perkawinan. Mengutip Channel News Asia, kebijakan ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pilihan mempertahankan kesuburan dan hamil di kemudian hari, karena semakin banyak warga yang menunda pernikahan dan memiliki anak hingga usia lanjut.

Tingginya pemakaian prosedur ini oleh masyarakat Singapura terlihat dalam data yang dicatat Monash IVF Singapura. Mereka mengaku telah melakukan 20 prosedur pembekuan sel telur, jumlahnya dua kali lipan dibandingkan Juli 2022. Bahkan, permintaan informasi terkait egg freezing meningkat hingga 50 persen.

Begitu pula di klinik Thomson Medical Center. Layanan fertilitas dan pembekuan sel telur meningkat sejak Juli 2023. Dalam lima bulan terakhir, dokter telah melakukan lebih dari 70 prosedur pembekuan sel telur.

Adapun pasien yang menjalani proses ini adalah wanita lajang berusia pertengahan 30-an. Rata-rata memiliki cita-cita untuk memulai sebuah keluarga sendiri pada tahap selanjutnya dalam hidup mereka.

Mount Elizabeth Fertility Centre mengaku telah menerima sekitar 100 pertanyaan yang meminta informasi lebih lanjut. Semuanya berasal dari para lajang yang merasa cemas.

Metode egg freezing secara Hukum Islam adalah sunnah bagi perempuan dengan alasan medis, karena apabila tidak melakukan akan kehilangan kesuburan akibat dari pengobatan dari penyakit yang diderita.

Ustadz Wawan Gunawan Abdul Wachid, anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan, dalam Islam proses pembekuan sel telur tidak diharamkan selama pembuahannya dilakukan oleh sprema suami sah Perempuan tersebut.

Di Indonesia sendiri, artis Luna Maya memilih melakukan pembekuan sel telur agar bisa memiliki keturunan di usia senjanya nanti.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News