Mencium tangan orang tua/Getty Images
Mencium tangan orang tua/Getty Images
KOMENTAR

MASYARAKAT Indonesia, dengan mayoritas penduduk muslim, memiliki sebuah kebiasaan yang tidak ada di negara lain yaitu seorang anak yang bersalaman dan mencium tangan orang tua saat berpamitan atau saat baru bertemu.

Namun saat ini, kebiasaan ini mulai tergerus dengan budaya barat. Anak dengan santainya bisa berucap dari jauh “Ma, aku pergi ya…bye, assalamu ’alaikum…” yang kemudian disambut oleh sang ibu dengan kalimat “Waalaikum salam, oke dek… hati-hati ya” tanpa mereka bertatap muka.

Padahal, anak yang berpamitan dengan bersalaman dan mencium tangan orang tuanya sejatinya memiliki pesan yang indah.

Karena itulah, kita sebagai orang tua hendaknya menjadikan salam dan cium tangan sebagai sebuah kebiasaan yang tak boleh luntur oleh dinamika zaman. Sekalipun anak sudah menjadi remaja dan mendewasa, kebiasaan tersebut hendaknya selalu terjaga baik.

Seperti dijelaskan psikolog Intan Erlita dalam sebuah talk show yang dikutip dari Instagram @titikputih, orang tua menyiratkan message yang indah saat anak menundukkan kepalanya dan mencium tangan orang tua.

“Ada nilai dan moral di dalam kebiasaan mencium tangan, ketika anak menundukkan kepalanya, kita memintanya untuk berbakti kepada orang tua sampai kapan pun,” ucap Intan.

“Sekalipun kelak kamu menjadi orang hebat, tetaplah berbakti, jagalah nama baik keluarga,” pungkasnya.

Demikian pula dalam Islam, mencium tangan orang tua maupun orang yang lebih tua menjadi sebuah kebiasaan yang diidentikkan dengan mengharapkan barakah Allah.

Dikutip dari jatim.nu.or.id, Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur Kiai Ma’ruf Khozin menyebutkan salah satu dalil tentang mencium tangan orang tua dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud.

“Jika Rasulullah datang ke tempat Fatimah, maka ia (Fatimah) berdiri, memegang tangan Nabi dan menciumnya lalu didudukkan ke tempatnya.”

Dengan demikian kultur budaya Indonesia yang turun-temurun ini sejalan dengan nilai Islam.

Sahabat Farah, mari menjaga kebiasaan mencium tangan orang tua agar terus lestari dari generasi ke generasi. Wallahu a’lam bishshawab




Menyibak Rahasia Syawal

Sebelumnya

Apakah Kita Layak Merayakan Kemenangan?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Tadabbur