Ekonomi Indonesia diharapkan terus meningkat/Dok.Kemenkeu
Ekonomi Indonesia diharapkan terus meningkat/Dok.Kemenkeu
KOMENTAR

MESKI guncangan ekonomi global belum juga surut, Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan Indonesia memiliki kemampuan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Pascapandemi COVID-19 disusul konflik Rusia-Ukraina yang belum berakhir, banyak negara di dunia mengalami krisis ekonomi bahkan beberapa belum mampu bangkit dari keterpurukan.

Indonesia di sisi lain, mampu menavigasi ekonomi sehingga menunjukkan kinerja ekonomi yang terbilang stabil. Kondisi ini tentu wajib disyukuri dan dipertahankan oleh segenap elemen pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

Fakta tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani dalam kuliah umumnya di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah yang digelar secara hybrid pada Senin (23/10).

Bukan hanya bertahan dan stabil, Menkeu Sri Mulyani juga menegaskan bahwa Indonesia—di tengah situasi ekonomi global yang tak menentu—tetap mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi 6,8 juta penduduk pada tahun 2021-2022 yang merupakan periode pemulihan pascapandemi. Terbukanya lapangan pekerjaan itu menekan angka pengangguran tidak lebih dari 5,45 persen pada tahun ini.

Hasilnya, angka kemiskinan berada di angka 9,36 persen pada Maret 2023 dari sebelumnya 9,78 persen pada Maret 2020. Angka tersebut juga memperlihatkan kinerja produktivitas masyarakat yang meningkat seiring pertumbuhan konsumsi masyarakat.

“Kita bisa pulih kembali sekaligus memulihkan jumlah orang miskin dan pengangguran. Itulah cara untuk mengelola perekonomian. Indonesia harus meningkatkan kemakmuran melalui faktor paling penting yaitu produktivitas,” tegas Menkeu.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News