Pemeriksaan terhadap gejala ruam kulit seperti infeksi cacar monyet/Freepik
Pemeriksaan terhadap gejala ruam kulit seperti infeksi cacar monyet/Freepik
KOMENTAR

UNTUK kedua kalinya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menemukan kasus cacar monyet (monkey pox) di DKI Jakarta. Kasus pertama ditemukan pada 20 Agustus 2022 lalu dan kasus kedua terkonfirmasi pada 14 Oktober kemarin. Keduanya merupakan warga negara Indonesia yang baru saja datang dari luar negeri.

Anggota Tim Kerja Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kemenkes RI Chita Septiawati mengungkapkan, pasien terkonfirmasi setelah melalui serangkaian tes dan disebut merupakan warga Jakarta. Hal ini disampaikannya dalam seminar Sosialisasi Kewaspadaan Monkey Pox, Senin (16/10).

Menurut dia, kasus cacar monyet yang ditemukan di Indonesia umumnya merupakan kasus impor atau berasal dari luar negeri. Mereka yang terpapar mengeluarkan gejala-gejala umum seperti demam tinggi lebih dari 38,5 derajat Celcius, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, kelelahan, dan ruam pada kulit.

Gejala-gejala inilah yang menyebabkan risiko importasi ke Indonesia cukup tinggi.

Cacar monyet adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus langka dari hewan (zoonosis) atau sering kali secara global disebut dengan virus monkey pox. Penyebutan cacar monyet sendiri dikarenakan monyet merupakan inang utama dari virus itu.

Penyebab cacar monyet adalah adanya infeksi virus yang termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Virus ini dapat bertransmisi dan menular dan dapat menyerang siapa saja, terlebih pada orang yang belum pernah terinfeksi. Namun, di luar itu ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena cacar monyet, di antaranya:

  • Melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi tanpa menggunakan pelindung.
  • Merawat orang yang mengidap penyakit cacar monyet.
  • Mengonsumsi daging binatang liar tanpa dimasak terlebih dulu.

Monkey pox sebenarna bisa dicegah lewat pemberian vaksin cacar Jynneos. Vaksin ini diketahui 85% efektif mencegah acar monyet. Vaksin Jynneos telah disetujui secara resmi oleh FDA pada 2019 untuk mencegah penyakit cacar (smallpox) maupun cacar monyet (monkey pox). Namun, sejauh ini vaksin Jynneos hanya disetujui untuk diberikan pada orang dewasa, di atas usia 18 tahun.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News