Menyesali perbuatan buruk dan tidak mengulanginya adalah cara terbaik untuk selamat dari sakitnya siksa neraka/Freepik
Menyesali perbuatan buruk dan tidak mengulanginya adalah cara terbaik untuk selamat dari sakitnya siksa neraka/Freepik
KOMENTAR

MANUSIA pasti pernah merasakan sakit. Saat sakit di dunia, manusia masih bisa berobat ke klinik, rumah sakit, dan sebagainya. Banyak sekali opsi dokter yang tersedia, tinggal pilih saja sesuai kemampuan keuangan. Berbagai pilihan obat juga bertebaran, mulai dari yang murah hingga yang mahal.

Tapi hal demikian tidak bisa kita rasakan saat di akhirat nanti. Tidak ada rumah sakit, dokter, maupun bat-obatan. Apalah daya kita.

Saki apa yang kita rasakan di akhirat?

Sakit akibat siksa neraka

Imam Al-Ghazali pada bukunya Mukasyafatul Qulub (2020: 285) menjelaskan, siksa yang paling sedikit, seandainya ditawarkan untuk ditukar dengan dunia dan seluruh isinya, maka siksa itu akan ditebus dengan dunia dan seluruh isinya, saking pedihnya siksa neraka.

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya, siksa penduduk neraka yang paling rendah, pada hari kiamat, adalah dia memakai dua sandal dari api sehingga otaknya mendidih karena saking panasnya kedua sandal tersebut."

Jangan remehkan siksa neraka, karena pastinya akan memberikan cita rasa sakit yang mengerikan, yang tidak pernah dialami selama di dunia. Inilah sakit yang tak tertanggungkan deritanya, dan para pendosa tidak bisa menemukan apa obatnya.

Sakit akibat azab yang pedih

Garansinya memang menyeramkan, sebab azab itu sangatlah keras. Saking pedihnya, tidak ada kata-kata yang mampu mewakili. Surat Ibrahim ayat 7, yang artinya, “Tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.

Di saat pendosa dirajam azab, tidak ada pula obat yang dapat mengurangi rasa sakitnya yang alang kepalang. Betapa malang kondisi para pendosa ketika menanggung azab tersebut.

Sakit saat Allah mengganti kulit yang baru

Surat an-Nisa ayat 56, yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang kufur pada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan (kepedihan) azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Inilah sakit yang mengerikan. Bayangkan, kulit bisa saja hancur akibat kerasnya azab, kemudian diganti dengan kulit yang baru supaya pendosa itu terus merasakan sakitnya siksa neraka.

Kembali lagi pada kehidupan di dunia. Sakit sedikit saja sudah berkeluh-kesah kepada dokter, Cepat-cepat ke rumah sakit. Lantas, ke mana hendak berkeluh-kesah atas derita yang tak tertahankan itu? Kepada siapa kita meminta obat sekadar melerai lara?

Tentu tidak ada!

Jangankan orang yang akan menolong, sekadar tempat berkeluh-kesah saja tidak akan ada lagi. Sebab, semua penghuni neraka sibuk dengan siksanya masing-masing, sibuk dengan rasa sakit sendiri-sendiri.

Bisakah meminta bantuan iblis atau setan, sebagai pihak yang paling berperan atas terjerumusnya manusia ke neraka? Tidak bisa juga. Iblis maupun setan juga sibuk dengan ganjaran buruk atas dosa-dosa mereka.

Nah, terkait dengan sakit di akhirat, apakah harapan sirna sama sekali? Tidak juga!

Cara terbaik agar tidak jatuh sakit di akhirat hanyalah dengan menghindari neraka. Al-Qur’an mengajarkan doa supaya terhindar dari siksa yang berat ini. Sebagaimana tercantum pada surat al-Furqan ayat 65, yang artinya, “Wahai Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami (karena) sesungguhnya azabnya itu kekal.

Semoga doa yang kita panjatkan dapat menjadi wasilah menghindari sakitnya azab neraka. Hanya saja, tentulah tidak cukup dengan berdoa, kita butuh menabung bekal akhirat dengan banyak beramal kebajikan.




Apa Hubungan Bersyukur dengan Percaya Diri bagi Seorang Muslimah?

Sebelumnya

Surah Al-Waqiah dan Ketenteraman Jiwa Seorang Muslim

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Tadabbur