Koleksi BBPPMVP x SMKN 4 Balikpapan yang bertema Haru Kareh tampil di Paris Front Row A/W 23-24/Ist
Koleksi BBPPMVP x SMKN 4 Balikpapan yang bertema Haru Kareh tampil di Paris Front Row A/W 23-24/Ist
KOMENTAR

BALAI Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMVP) Bisnis dan Pariwisata berkolaborasi dengan SMKN 4 Balikpapan memperkenalkan Ibu Kota Nusantara (IKN) lewat karya indah mereka di ajang fesyen Front Row Paris 2023 di The Westin Vendome. Mereka menampilkan busana yang diinspirasi oleh pohon dari pohon hayat yang menjadi simbol IKN.

Mengambil tema Haru Kareh, yang berasal dari bahasa Ngaju, yang disebut juga sebagai Biaju. Bahasa Biaju adalah sebuah bahasa dalam rumpun bahasa Baritp Raya yang dituturkan oleh suku Ngaju dan berasal dari daerah aliran sungai Kapuas, Kahayan, Katingan, dan Mentaya. Haru Kareh berarti Baru dan Depan, sehingga diartikan sebagai Masa Depan yang Baru.

Menggambarkan harapan masa depan baru dalam budaya Kalimantan. Hal ini sejalan dengan pembangunan Ibu Kota baru Negara Indonesia di wilayah Kalimantan Timur dengan harapan yang lebih baik untuk Negara tercinta, Indonesia. Harukareh juga menggambarkan semangat untuk terus bertumbuh, berkembang, dengan semangat kebaruan menghadapi masa depan yang lebih cemerlang.

Salah satu sumber ide Harukareh berasal dari pohon hayat yang menjadi symbol IKN Nusantara. Selain itu, Harukareh juga memaknai kehidupan suku Dayak di Borneo dengan kehidupannya yang menyatu dengan hutan Kalimantan. Sehingga koleksi yang dibawa banyak memakai warna coklat, abu, kuning, dan maroon sebagai terjemahan dari warna-warni kehidupan di hutan.

Penggunaan bahan lurik diambil untuk memperkuat unsur wastra di dalamnya. Adapun motif Kluwung menggambarkan pelangi yang merupakan keajaiban alam dan tanda kebesaran Tuhan. Motif udan liris artinya hujan gerimis, karena hutan Kalimantan sering turun hujan tanpa mengenal musim. Serta mengandung konotasi mendatangkan kesuburan, sehingga motif ini merupakan lambang kesuburan dan kesejahteraan.

Aksesoris yang digunakan mewakili kehidupan alam liar di hutan Kalimantan, seperti taring dan manic warna-warni. Warna yang digunakan pun menggunakan warna Etnik yang memberikan kesan Kulturistik yang pekat dengan design yang tegas. Penggunaan metode quilting di beberapa bagian busana menyesuaikan dengan suhu Eropa yang akan dingin, menjelang autumn dan winter nanti.

Dengan koleksi ini, BBPPMPV Bisnis dan pariwisata X SMKN 4 Balikpapan berharap HaruKareh dapat menampilkan potensi serta keelokan budaya Kalimantan Timur yang sebentar lagi akan menjadi Ibukota Negara.




Jadi Discover The Unseen Ikon Make Over, Isyana Sarasvati Pamerkan Lip Gloss Andalan

Sebelumnya

Makeup untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 5 Hal Ini untuk Cegah Iritasi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA