Nur Asia Uno, Perempuan Hebat Penggerak UMKM 2023/FARAH-Agung Hadiawan
Nur Asia Uno, Perempuan Hebat Penggerak UMKM 2023/FARAH-Agung Hadiawan
KOMENTAR

KONTRIBUSI Nur Asia Uno dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia sejatinya terlihat dari kiprahnya selama ini di tengah masyarakat. Terlebih lagi setelah ia mendampingi sang suami, Sandiaga Salahuddin Uno, sejak menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Tak hanya berbicara tentang pemberdayaan perempuan di luar rumah, Bu Nur, begitu ia biasa disapa juga selalu menekankan pentingnya perempuan menjalankan multiperan secara adil. Dalam arti, tidak hanya menekuni passion-nya tapi juga menjalankan peran sebagai istri dan ibu dengan sebaik-baiknya.

“Itulah mengapa perempuan harus menjadi sosok yang percaya diri, inovatif, penuh semangat, kreatif, juga mandiri,” kata Bu Nur, kepada Farah.id.

Sosok Bu Nur juga merepresentasikan perjuangan seorang womanpreneur. Ia mengaku sangat menikmati proses demi proses untuk menghadirkan Nur Corner yang berlokasi di Jalan Jenggala II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Nur Corner menjadi wadah baginya untuk mengayomi, mengedukasi, dan menampung produk-produk UMKM. Menyadari bahwa sektor kuliner adalah bisnis yang tak pernah mati bahkan menjadi penopang kuat ekonomi Indonesia di saat sulit pandemi COVID-19, Bu Nur bertekad Nur Corner harus mampu membuka jalan rezeki terutama bagi para pelaku UMKM kuliner yang mengolah makanan rumahan dan produk penganan lain.

Kini, Nur Corner memiliki banyak pelanggan tetap yang jatuh cinta pada kelezatan dan keunikan hidangannya juga kenyamanan suasananya. Nur Corner bahkan menjadi ‘mini gallery’ yang menjual aneka produk UMKM yang bergerak di industri kreatif, termasuk fesyen.

Keberhasilannya menjadi “Ibu” bagi para pelaku UMKM terutama para perempuan tak lepas dari sosoknya yang juga seorang ibu hebat bagi ketiga buah hatinya.

Menjadi ibu dari dua anak perempuan dan seorang anak laki-laki, Bu Nur selalu berusaha memberi contoh teladan tentang bagaimana seorang perempuan yang maju pemikirannya dan mandiri kepribadiannya tetap mampu mencurahkan kasih sayang dan memprioritaskan keluarga.

Tentang bekal yang harus dimiliki perempuan untuk bisa berdaya di masyarakat/ berperan aktif di masyarakat, Bu Nur punya pendapat sendiri.

“Terkait tentang perempuan berdaya bekalnya apa, itu dimulai dari kesadaran mengenai peran perempuan itu sendiri. Dari kesadaran tersebut, perempuan diharapkan dapat meningkatkan potensi diri agar mampu untuk mandiri dan berkarya. Bagi saya, perempuan tidak hanya sekadar mengurus rumah tangga namun mampu mengekspresikan dan mengembangkan potensi dan kemampuan yang ada dalam dirinya,” ujarnya.

Menurut Bu Nur, perempuan saat ini memiliki peran tidak hanya sebagai seorang istri, ibu, dan namun juga sebagai anggota masyarakat. Perempuan merupakan sosok teladan bagi sebuah generasi, sehingga harus memiliki bekal yang mumpuni untuk menjadi bagian dari suatu perubahan.

Ia menambahkan, perempuan tidak akan bisa mengurus rumah tangga atau masyarakat tanpa pengetahuan dan etika yang memadai.

Oleh karena itu, perempuan harus memiliki bekal yang baik, seperti pendidikan, sadar kesehatan, belajar berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, mengelola keuangan, bahkan membangun jejaring/ networking yang baik, dan bila perlu paham tentang perlindungan hukum serta punya kesempatan yang sama dalam berprestasi dan berkarya.

“Untuk itu bagi saya perempuan memiliki andil dalam berbagai aspek kehidupan keluarga, baik ekonomi, sosial budaya, agama dan pendidikan juga bidang-bidang lain yang bisa menjadi pilihan sehingga memberikan dampak yang baik bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.




Raih 124 Penghargaan dari Dalam dan Luar Negeri, dr. Ayu Widyaningrum Siap Cetak Rekor MURI Bidang Estetika dan Dermatologi

Sebelumnya

Nancy Adistyasari Raih Penghargaan "Most Outstanding Women 2024" di Bidang Perbankan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Women