Gen Z mendapat julukan digital native/Pixabay
Gen Z mendapat julukan digital native/Pixabay
KOMENTAR

GEN Z adalah mereka yang lahir dalam kurun 1997-2012 yang kini berusia 8 hingga 23 tahun. Generasi Z tumbuh di era booming internet, dengan media sosial dan gawai sebagai perangkat utama dalam kehidupan mereka.

Dengan dukungan sistem pendidikan yang makin aplikatif, generasi Z mampu menciptakan gaya hidup baru yang menciptakan berbagai inisiatif baru yang inovatif. Mereka memiliki keterampilan digital yang tersempurnakan di luar bangku sekolah, menjadikan mereka sosok profesional yang kreatif.

Gen Z merupakan generasi muda yang telah melewati banyak pergolakan dalam hidup mereka yang singkat dan berdampak buruk pada kesehatan mental mereka.

Dilansir Psychiatrist, sebuah survei baru (tahun 2022) menemukan bahwa 42 persen dari mereka yang lahir antara tahun 1990 dan 2010 (bagian dari Gen Z) telah didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental. Usia responden berkisar antara 18 hingga 24 tahun dengan usia rata-rata 22 tahun.

Survei yang dilakukan oleh Harmony Healthcare IT, sebuah perusahaan manajemen data yang menangani data kesehatan, mensurvei lebih dari seribu orang berusia 18 hingga 24 tahun tentang kesehatan mental dan kekhawatiran mereka terhadap masa depan generasi mereka.

Survei tersebut menemukan bahwa sebagian besar kekhawatiran Generasi Z berkaitan dengan pandemi global yang dimulai pada akhir tahun 2019.

Sebanyak seperempat responden didiagnosis dengan kondisi termasuk kecemasan, depresi, ADHD, atau PTSD selama puncak COVID. Hampir 70 persen mengatakan pandemi ini berdampak buruk pada kesehatan mental mereka. Hal ini membuat mereka merasa kesepian dan khawatir tentang masa depan, ungkap hasil survei. Mayoritas (85 persen) responden mengatakan mereka khawatir akan masa depan.

Tidak mengherankan jika kekhawatiran utama mereka berpusat pada keuangan dan perekonomian. Namun mereka juga stres karena hal-hal seperti politik, lingkungan hidup, kekerasan, dan masalah pekerjaan. Hampir 90 persen generasi Z mengatakan mereka tidak merasa siap untuk sukses dan 75 persen dari mereka percaya bahwa mereka berada dalam posisi yang kurang beruntung dibandingkan generasi yang lebih tua.

Meskipun begitu banyak tantangan psikologis yang dihadapi, 79 persen Gen Z percaya bahwa kelompok usia mereka adalah yang terbaik dalam menangani kesehatan mental; 82 persen Gen Z merasa Generasi Baby Boomer (berusia 55-64 tahun) adalah kelompok yang paling buruk dalam membicarakan kesehatan mental, namun mereka memiliki pandangan yang lebih positif terhadap generasi Milenial (Usia 26-41 tahun) dan pendekatan mereka dalam membahas kesehatan mental.




4 Langkah Mengatasi Toxic Marriage

Sebelumnya

Silent Treatment, Salah Satu Ciri Toxic Marriage yang Mesti Diwaspadai

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family