Wisatawan berswafoto di salah satu tempat ibadah di Thailand/net
Wisatawan berswafoto di salah satu tempat ibadah di Thailand/net
KOMENTAR

STUDI penelitian Amerika Serikat (AS) menunjukkan para pekerja termuda saat ini seringkali merasa bersalah jika tidak tetap bekerja meski sedang berlibur. 

Salah satunya hasil survei yang dilakukan LinkedIn. Di mana terhadap 9.461 pekerja profesional AS, sekitar 35% pekerja kaum milenial atau Gen Z lebih merasa bersalah tidak bekerja saat libur dibanding dengan 29% rata-rata AS di seluruh rentang usia. 

"Hal yang dilakukan Gen Z bisa jadi karena mereka masih dalam tahap karir," kata editor senior LinkedIn, George Anders, dilansir CNBC International, Selasa (15/8).

Dia menuturkan, kaum Gen Z lebih memilih untuk mengesankan bos, bergaul dengan rekan kerja atau memastikan mereka berusaha keras ketimbang berlibur. 

"Gen Z sangat teliti," ujarnya. 

Anders melihat terjadi kebiasaan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.  Hal ini menurut dia bisa dilihat dari preferensi kode pakaian atau keinginan lokasi tempat bekerja.

"Dari apa yang kami lihat, komitmen Gen Z untuk memberikan pekerjaan yang baik sama kuatnya dengan generasi lainnya." terangnya. 

Selain itu, ditemukan juga survei yang mengatakan sekitar 58% pekerja Gen Z akan merencakan untuk berlibur dan benar-benar melepaskan diri dalam beberapa bulan ke depan. 

"Dibandingkan dengan 64% generasi milenial, 62% Generasi X, dan 64% baby boomer," ungkapnya.

Para pekerja generasi ini memiliki sedikit anggaran untuk menukar perjalanan musim panas yang mahal dengan pilihan yang lebih terjangkau di musim gugur.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News