Citi Bike akan sebar 12 ribu sepeda listrik di seluruh Amerika Serikat/Net
Citi Bike akan sebar 12 ribu sepeda listrik di seluruh Amerika Serikat/Net
KOMENTAR

DI INDONESIA, sepeda listrik sedang naik daun. Di mana-mana warga terlihat begitu antusian menggunakannya. Sepeda listrik dianggap cukup praktis, karena penggunanya tidak lelah menggoes sepeda seperti biasa. Sepeda listrik juga dianggap penolong bagi ibu-ibu yang tidak bisa mengendarai sepeda motor.

Namun di Amerika Serikat, pemerintah federal mengaku sedang mengevaluasi peraturan terkait sepeda listrik. Penyebabnya adalah kematian sejumlah pengguna sepeda listrik terkait kebakaran yang dipicu oleh baterai yang digunakan oleh kendaraan tersebut.

Bayangkan saja, hingga pertengahan 2023, di Kota New York sudah ada lebih dari 100 insiden kebakaran yang penyebabnya diidentifikasi sebagai baterai lithium-ion yang biasa dogunakan untuk menggerakkannya. Insiden ini menewaskan 13 orang pengendaranya.

Salah satu komisaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota New York Laura Kavanagh, mengaku cukup prihatin dengan kejadian tersebut. Ia lalu menjelaskan, baterai lithium-ion memang mudah sekali terbakar akibat kepanasan saat sedang diisi ulang. Penyebabnya adalah adanya daya yang begitu besar dan baterai-baterai itu benar-benar terbakar dan meledak.

Di hadapan Komisi Keamanan Produk Konsumen di Kongres AS, Kavanagh mengaku ingin memberi kesaksian dan meminta komisi itu mengambil tindakan yang memastikan keamanan sepeda listrik, utamanya pada baterai yang digunakan. Lebih jauh, dirinya meminta agar sepeda listrik ditarik dari peredaran.

Namun pernyataan Kavanagh segera dibantak produsen-produsen sepeda listrik seperti Aventon, Lectric, Rad Power, dan Blix. Mereka menegaskan bahwa kendaraan produksinya tidak berbahaya.

Seluruh produsen memastikan bahwa baterai yang mereka gunakan tidak mudah terbakar saat tenaganya diisi ulang. Justru baterai lithium-ion buatan China yang dijual murah di pasaranlah yang tidak memenuhi standar keamanan.

Pernyataan produsen-produsen tersebut dibenarkan oleh ilmuwan di UL Solution, Robert Slone.

“Saya dengan tegas mengatakan tidak setuju jika sepeda listrik dilarang. Kami juga tahu bahwa pengujian dan sertifikasi dapat mengatasi masalah ini. Jadi, mengapa harus ditarik moda transportasi yang sangat berguna ini dari jalanan?” tanya Slone.

Ia mengatakan, sepeda listrik dikembangkan untuk mengatasi masalah lingkungan dan agar orang-orang tidak lagi menggunakan kendaraan berbahan bakar bensin.Tindakan ini bisa mendorong upaya dekarbonasi.

“Sepeda listrik kini populer di AS, jadi kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa ini adalah bagian dari transisi energi. Kita hanya perlu membuatnya aman," imbuhnya.

Terlepas dari pro dan kontra, mulai September, New York mewajibkan perusahaan-perusahaan yang menjual sepeda listrik untuk terlebih dahulu mendapatkan sertifikasi atas produk-produk mereka dari perusahaan-perusahaan pengujian keselamatan independen, seperti UL Solutions.




Menaker Ida Fauziyah di International Labour Conference 2024: Indonesia Usung Misi Perlindungan Pekerja, Kesetaraan, dan Keberlangsungan Usaha

Sebelumnya

KBRI Kairo Resmikan Gerai Ban dan Pelek Kendaraan Indonesia di Kota Madinaty Mesir

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News