ilustrasi ibu menyusui/net
ilustrasi ibu menyusui/net
KOMENTAR

PERTAMA kalinya penelitian subkelas penghambat api yang sebagian besar tidak diatur atau bromofenol ditemukan dalam Air Susus Ibu di Amerika Serikat. 

Peneliti menemukan 25 jenis penghambat api beracun dalam ASI manusia mengandung bahan senyawa kimia berbabahya. 

"Bahan kimia tersebut dianggap sebagai racun saraf yang kuat, terutama untuk anak-anak yang sedang berkembang, dan temuannya "mengganggu", kata ahli toksikologi dengan Toxic Free Future,  Erika Schreder, dilansir dari The Guardian, Rabu (26/7).  

Senyawa tersebut, dikatakan Erika bagian dari kelas tahan api terbrominasi yang terdapat dalam plastik, televisi, peralatan, dan elektronik.

"Produksi dan penggunaan senyawa ini terus berlanjut, dan kemungkinan akan berdampak pada kesehatan anak-anak sampai pemerintah meminta perusahaan untuk menghentikan penggunaannya dan beralih ke solusi yang lebih aman," ungkapnya. 

Sementara itu, sejak isu ini mencuat, terdapat hasil peneliti lainya. Diantaranya peneliti dari Emory University, University of Washington, dan Seattle Children's Research Institute. Dari risetnya, saat memeriksa sampel air susu dari 50 ibu di seluruh AS.

Dia menjelaskna, penghambat api brominasi merupakan kelas senyawa kimia yang terdiri dari setidaknya 75 bahan kimia yang digunakan untuk mencegah pembakaran pada produk konsumen dan elektronik.

Disebutkan juga di laman yang sama, beberapa bahan kimia versi lama telah dihapus dari pasar pada 1970-an karena sangat beracun, dan iterasi yang lebih baru telah menimbulkan masalah kesehatan.

Di antara isu-isu lainnya, banyak senyawa yang terkait dengan gangguan memori, peningkatan impulsif, gangguan keterampilan motorik, penurunan perhatian, dan tingkat kecerdasan keseluruhan yang lebih rendah pada anak-anak.

Sementara itu, terdapat juga beberapa bahan kimia bersifat karsinogenik. Bagi ibu yang menyusui bisa saja  terpapar brominasi ketika bahan kimia terlepas dari plastik, menjadi debu, dan terhirup atau tertelan.

"Temuan menunjukkan "regulasi kerja untuk membuat ASI lebih aman", kata Schreder, tetapi dia menambahkan bahwa itu menyoroti bagaimana penghambat api yang tidak diatur masih menjadi masalah.

 




Ciptakan Sendiri Hormon Serotonin, Si Penstabil Suasana Hati

Sebelumnya

Masuk Pertengahan Tahun, Saatnya Memperkuat Kembali Self-Improvement

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family