KOMENTAR

PERINGATAN keras disampaikan pihak penyelenggara kompetisi Miss Italia kepada transgender untuk tidak ikut dalam kontes.

Peserta yang boleh ikut hanya berjenis kelamin perempuan tulen atau sejak lahir, bukan laki-laki dimodif jadi cantik.

Media setempat memberitakan, Official patron resmi Miss Italia, Patrizia Mirigliani menyebutkan bila ada upaya inklusivitas transgender yang dilakukan oleh kontes kecantikan lainnya dianggapnya agak absurd.

Menurut dia, kecantikan bisa mengalami modifikasi. Peserta laki-laki yang telah melalui modifikasi tidak berlaku di kompetisi.

"Sejak lahir, kompetisi saya ini sudah meramalkan dalam regulasinya bahwa yang mana seseorang haruslah perempuan sejak lahir," ujar Mirigliani dilansir dari Newsweek, Senin (24/7). 

Sebelumnya, ajang Miss Netherlands memahkotai Rikkie Valerie Kolle, seorang transgender. Kemenangan Kolle menandai langkah maju ke inklusivitas. Namun hal ini juga menuai reaksi keras.

Kolle mendapat banyak ujaran kebencian di media sosial. Meski demikian, Dirinya mencoba fokus pada sisi positif kemajuannya. Kolle akan mewakili Belanda untuk kompetisi Miss Universe 2023. Keikutsertaannya berarti membuka peluang untuk mahkota pertama Miss Universe untuk transgender.

 




Din Syamsuddin Jadi Pembicara dalam Sidang Grup Strategis Federasi Rusia-Dunia Islam di Kazan

Sebelumnya

Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” Karya Teguh Santosa Hadir di Pojok Baca Digital Gedung Dewan Pers

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News