KOMENTAR

Kasus penyakit gigitan nyamuk Malaria muncul di Amerika Serikat. Setelah 20 tahun terakhir tidak terdengar, kali pertama Departemen Kesehatan Florida, Amerika Serikat (AS), mengeluarkan peringatan kesehatan ditemukan empat kasus malaria di negara tersebut.

Empat pasien teridentifikasi di Sarasota, selatan Tampa di sepanjang Teluk Meksiko. 
Kasus Malaria "lokal" terakhir kali terdeteksi di sana pada 2003. Jika ditambah satu kasus dari wilayah Texas,total ada sebanyak lima pasien malaria.

Virus Malaria berasal dari parasit yang menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles, dan membuat penderita mengalami demam, menggigil, berkeringat, mual dan muntah, serta sakit kepala.

Penyakit ini tidak menular langsung dari manusia ke manusia.

“Pasien merupakan penduduk lokal yang "menghabiskan waktu bekerja di luar rumah" dan tidak ada riwayat bepergian ke luar negara bagian,” kata  Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dilansir Al Jazeera, Rabu (28/6)

Serangan malaria ini datang di saat musim panas bertepatan dengan musim hujan di sejumlah negara bagian selatan.

Biasanya peristiwa ini akan berlangsung dari Mei hingga Oktober. Nyamuk anopheles, nyamuk penyebab malaria, dapat berkembang biak di genangan air hangat setelah hujan.

Direktur distrik pengendalian nyamuk Manatee County, Chris Lesser, mengatakan tengah berupaya untuk mengendalikan populasi nyamuk dengan menggunakan helikopter.

“Untuk memerangi nyamuk karena populasi mereka mencakup lahan 6.070 hingga 8.082 hektar dalam satu malam,” ujarnya.  

Selain itu, penggunaan truk juga dilakukan untuk menyemprotkan pestisida semalaman guna membendung penyebaran nyamuk sekaligus malaria.


 




Menaker Ida Fauziyah di International Labour Conference 2024: Indonesia Usung Misi Perlindungan Pekerja, Kesetaraan, dan Keberlangsungan Usaha

Sebelumnya

KBRI Kairo Resmikan Gerai Ban dan Pelek Kendaraan Indonesia di Kota Madinaty Mesir

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News