Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

SEBENTAR lagi umat muslim merayakan Hari Raya Idul Adha. Perayaan hari besar ini ditandai dengan penyembelihan hewan kurban, seperti sapi, kerbau dan kambing. Daging-daging tersebut kemudian dibagikan kepada warga sekitar maupun fakir miskin.

Biasanya, setiap rumah akan mendapatkan daging kambing dalam jumlah yang tidak sedikit, bisa lebih dari satu kilogram. Jumlah daging yang banyak itu tidak mungkin pula diolah dalam satu waktu. Kebanyakan akan disimpan dalam kulkas.

Tetapi, cara penyimpanan dan membersihkan daging hewan kurban harus benar-benar diperhatikan, agar tidak menjadi alot ataupun berbau, terutama pada daging kambing yang memiliki aroma khas.

“Kalau kondisi daging itu bersih, kita cukup memisahkannya saja. Tetapi kalau dalam kondisi kotor, ada pasir-pasirnya, boleh dicuci dengan air mengalir,” kata Brian, mengutip laman Instagram @mncupdate.

Mencuci di air mengalir, menurut dia, adalah kata kuncinya. Karena, selama ini banyak ibu-ibu yang salah dengan mencuci daging tidak memakai air mengalir.

“Kesalahannya, biasanya daging dicuci di dalam baskon yang sudah terisi air atau direndam. Cara mencuci ini bisa menyebabkan serat sapi atau kambing semakin keras atau semakin alot saat diolah,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Brian, merendam daging sapi atau kambing di dalam baskom dapat merusak serat daging. Yang lebih tidak diinginkan adalah, cara tersebut dapat membuat daging kambing semakin memunculkan aroma khasnya.

Sementara itu, untuk mencegah penyakit PMK yang biasa dibawa hewan kurban, Kementerian Pertanian membagikan panduan mengolah daging kurban.

Tips memasak daging kurban

Jika Bunda mendapatkan daging kurban, jeroan, kepala, tulang ataupun ekor, tidak perlu dicuci. Jika daging atau jeroan kurban terlihat kotor, bersihkan dengan merebus pada air mendidih, minimal selama 30 menit.

Apabila daging tidak langsung diolah, maka daging yang sudah direbus dapat disimpan di suhu dingin ataupun suhu beku.

Tips menyimpan

Jika daging/jeroan kurban terlihat bersih dan tidak langsung diolah, maka daging bersama kemasan disimpan terlebih dulu pada suhu dingin minimal 24 jam, meudian disimpan pasa suhu beku. Untuk yang ingin langsung diolah, daging direbus air mendidih selama minimal 30 menit.

Disarankan utnuk tidak langsung membuang kemasan daging kurban begitu saja. Baiknya, bekas kemasan itu direndam terlebih dulu dengan disinfektan atau pemutih pakaian atau cuka dapur, lalu dibuang ke tempat sampah.




Tujuh Cara Menjadi Pendengar yang Baik Ala Ahli Public Speaking

Sebelumnya

Film Horor dan Dampak Psikologisnya terhadap Anak

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family