ilustrasi makan olahan daging/net
ilustrasi makan olahan daging/net
KOMENTAR

MENGKONSUMSI olahan makanan berbahan daging kurban di Hari Raya Idul Adha, baik itu daging sapi atau kambing dan domba sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia sebagai sumber protein hewani.  

Namun juga harus diimbangi dengan makanan berbahan protein nabati agar tidak membayahakan bagi tubuh karena mengkonsumsinya secara berkelebihan.

Olahan daging kambing seringkali menjadi menu utama yang dinikmati di moment hari raya kurban. Selain untuk menjaga keseimbangan gizi dan memperkaya cita rasa hidangan, penting untuk menyertakan makanan pendamping yang sehat dan lezat.

Jangan sampai kamu hanya fokus makan daging tapi gak memperhatikan makanan pendamping lainnya.

Makanan pendamping yang bisa menjadi pilihan untuk melengkapi hidangan olahan daging kurbanmu.

"Dalam satu piring atau satu porsi ketika menyantap daging kurban pastikan ada protein nabati untuk menyeimbangkan gizi,” kata Ahli Gizi RSUD Kota Tangerang Lia Efritanurika dilansir Antara, Kamis (29/6).

Bahan makanan nabati seperti tahu, tempe, dan tumis sayur sangat baik untuk campuran di saat menyantap daging kurban.

“Bisa juga olah daging kurban menjadi sop dengan tambahan wortel, tomat, dan sayur-sayur lainnya," ujarnya.

Berikut campuran makanan yang bisa Sahabat Farah.ID konsumsi antara sayuran dengan daging kurban.

Acar bisa dijadikan makanan pendamping Bersama daging kurban seperti kambing dan sapi. Selain memberikan rasa segar, dan asam pengolahannya bisa buat menggunakan irisan mentimun, wortel, bawang merah, cabe rawit dan dicampur dengan cuka, gula dan garam.

Sup dan Sayuran, juga bisa dijadikan pilihan campuran makanan bergizi untuk pendamping daging sapi atau kambing.

Untuk membuat sop daging sapi bumbu rempah ini tidak menggunakan santan sehingga rasanya bisa lebih ringan namun tetap nikmat dan menyegarkan.

Untuk pemilihan daging sapi yang segar adalah dengan melihat warnanya.Warna daging sapi segar adalah merah segar.Jika daging sapi hendak disimpan, jangan dicuci menggunakan air mengalir.

 

 

 




Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Jangan Panik, Tingkat Penularan dan Angka Kematian Sangat Rendah

Sebelumnya

Tegaskan Kenaikan UKT Hanya untuk Mahasiswa Baru, Nadiem Makarim: Yang Lebih Mampu Bayar Lebih Besar, Yang Tidak Mampu Bayar Lebih Sedikit

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News