Pawai warga Kampung Bali untuk memperkenalkan adanya kebudayaan Bali di Bekasi/Ist
Pawai warga Kampung Bali untuk memperkenalkan adanya kebudayaan Bali di Bekasi/Ist
KOMENTAR

VISIT Kampung Bali Bekasi merupakan acara yang diselenggarakan oleh para mahasiswa LSPR PRDC24-2SP, LSPR Institute of Communication and Business Jakarta. Acara dilaksanakan di Jalan Merpati Bali No 49, RT 001, RW 09 kelurahan Harapan Jaya, kecamatan Bekasi Utara.

Di sana, para mahasiswa memperkenalkan Kampung Bali Bekasi kepada masyarakat Bekasi. Salah satunya dengan meramaikan Car Free Day Bekasi, Minggu (28/5).

Para remaja Kampung Bali tampil membawakan tari Kecak yang dibarengi dengan penari Bali di tengahnya. Tidak sampai di situ, para mahasiswa juga menampilkan flashmob dengan menggunakan pakaian adat Bali yang berhasil menarik perhatian masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bentuk toleransi antar suku, ras, dan agama yang ada di Kampung Bali Bekasi. Kampung itu menjadi panutan bagi desa lainnya, bahwa percampuran budaya tidak menjadi penghalang masyarakat untuk melestarikan budaya masing-masing dan menjalin hidup yang rukun.

“Saya sangat mendukung kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa ini, karena pada dasarnya kampung ini sudah lengkap, mulai dari ragam budaya, suku, kuliner, sampai sanggar tari dan ukirnya juga ada. Cuma ya itu, kurang banyak orang yang tahu,” kata Puji, Ibu RT Kampung Bali Bekasi.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diselenggarakannya Bali Day, Sabtu (4/6) di Kelurahan Harapan Jaya. Bali Day atau acara pawai arak-arakan Bali, menyuguhkan ogoh-ogoh sebagai salah satu icon Bali serta penari Bali yang berkeliling Kelurahan Harapan Jaya bersama masyarakat Kampung Bali Bekasi.

Bali Day dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan rute dimulai dari Kampung Bali Bekasi kemudian mengelilingi Kelurahan Harapan Jaya dan kembali lagi ke Kampung Bali Bekasi.

Pawai Bali Day berlangsung dengan meriah. Iring iringan yang dilakukan mahasiswa mendapat respon yang baik dari masyarakat sekitar. Warga pun tampak beringingan datang untuk sekadar meminta foto dengan para penari disertai dengan pembagian suvenir.

“Awalnya saya kira ada apa kok rame banget, ternyata pawai kampung Bali. Sebenernya sudah tahu juga sih ada namanya Kampung Bali, tapi saya sendiri belum pernah ke sana. Karena lihat pawainya seru banget, ya mungkin kalau ada waktu saya coba lihat-lihat ke sana,” kata Wahyu, warga sekitar.

Memang, kampung dengan keunikan dan daya tarik tinggi ini belum banyak dikenal oleh masyarakat Kota Bekasi. Sehingga, sangat disayangkan apabila potensi ini tidak dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mempelajari kebudayaan Bali dan UMKM lokal.

Dan dalam rangkaian mengenalkan Kampung Bali Bekasi, para mahasiswa LSPR angkatan 24 jurusan Public Relations akan melanjutkan serangkaian acara, untuk mengenalkan bahwa “Ternyata Ada Bali di Bekasi” dan meningkatkan branding Kampung Bali Bekasi.

Untuk mengetahui rangkaian acara lainnya di Kampung Bali Bekasi, silahkan kunjungi Instagram dan TikTok Kampung Bali Bekasi @kampungbali.bekasi.




Manis Istimewa Kurma Ajwa

Sebelumnya

Hari Kesehatan Dunia 2024: Lebih dari 269 Juta Penduduk Indonesia Sudah Menjadi Peserta JKN

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Horizon