Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

COVID-19 varian baru Omicron XBB 1.16 semakin merajalela di Malaysia. Sejak awal April 2023, tercatat kenaikan kasus yang luar biasa. Kementerian Kesehatan Malaysia mengonfirmasi telah terjadi kenaikan kasus positif sebesar 87,5%, dengan jumlah pasien rawat inap mencapai kenaikan fantastis, 30,5%.

Meskipun Sebagian ahli percaya bahwa varian Arcturus ini tidak menimbulkan gejala yang berbahaya, tetapi tetap saja terjadi angka kematian akibat COVID-19. Malaysia menuliskan bahwa per 8 April sudah ada kenaikan kasus kematian sebanyak 25%.

Dari fakta-fakta inilah kemudian Kemenkes Malaysia mewajibkan kembali penggunaan masker, terutama di sekolah-sekolah. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Malaysia Zaliha Mustafa, Kamis (27/4) kemarin.

“Wajib masker di sekolah di seluruh Malaysia akan kembali diberlakukan dalam waktu dekat,” tegas Zaliha.

Kebijakan itu diambil untuk meredam lonjakan kasus COVID, lantaran munculnya varian baru XBB 1.16 atau Arcturus di beberapa wilayah Negeri Jiran itu.

Terkait wajib masker di sekolah, Zaliha memastikan akan segera bertemu dengan Menteri Pendidikan Fadhlina Sidek, untuk membicarakannya. Sebab, hal ini menjadi penting karena kekhawatiran terjadinya bom waktu pasca silaturahmi Lebaran.

“Ini penting, karena kami khawatir siswa akan tertular setelah berkeliling saat libur Lebaran. Ini bisa jadi penyebab penyebaran COVID-19 di sekolah. Untuk itu, kami secara konsisten mendorong masyarakat tetap memakai masker,” ujar dia sambal memastikan setelah wajib masker di sekolah juga akan diberlakukan di tempat umum lainnya.

Tidak hanya Kementerian Kesehatan, pakar kesehatan Malaysia ikut mengimbau warga untuk kembali menggunakan masker. Asosiasi Rumah Sakit Swasta Malaysia mendorong masyarakat untuk memakai masker wajah di tempat-tempat ramai dan menjaga jarak sosial guna mencegah penyebaran virus.

“Meskipun sistem perawatan kesehatan, baik publik maupun swasta, siap dan kompeten untuk mengelola peningkatan kasus lainnya, hal ini seharusnya tidak menjadi alasan bagi publik untuk lalai dengan pencegahan penyakit secara pribadi,” ucap Presiden Asosiasi Dr Kuljit Singh, mengutip Channel News Asia.

Nah, ada baiknya rencana pemerintah Malaysia untuk mewajibkan penggunaan masker kembali, ditiru oleh warga Indonesia. Meskipun angka kasus positif Arcturus di Tanah Air tidak tinggi, tetapi ada baiknya protokol kesehatan diketatkan kembali untuk menekan angka kasus positif COVID-19.




63 Tahun bank bjb #BeraniJadiBeda, Tegaskan Komitmen Pelayanan Terbaik dan Inovasi untuk Indonesia

Sebelumnya

Dubes RI untuk Spanyol Muhammad Najib: Pemilu Damai Jadi Bukti Indonesia Negara Mayoritas Muslim yang Makin Dewasa dalam Berdemokrasi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News