Ilustrasi anak memakai behel/Net
Ilustrasi anak memakai behel/Net
KOMENTAR

SALAH satu cara mewujudkan gigi rapi adalah dengan menggunakan kawat gigi atau behel. Sayangnya di zaman yang semakin berkembang ini, fungsi behel seringkali disalahgunakan.

Behel tidak hanya milik orang dewasa yang ingin merapikan gigi, remaja bahkan anak-anak seringkali menggunakannya hanya sebagai fesyen. Padahal, penggunaan behel harus dilakukan oleh dokter gigi khusus dengan berbagai alasan medis tertentu.

Pada anak-anak yang masih memiliki gigi susu, sebenarnya belum bisa menggunakan kawat gigi. Mengutip Healthline, usia ideal anak memakai behel adalah mulai 9-14 tahun, ketika gigi susunya sudah tanggal semua.

American Academy of Orthodontics: Prevalence of Malocclusion and Need for Early Orthodontic Treatment in Children, merekomendasikan agar semua anak wajib rutin berkonsultasi ke dokter gigi selambat-lambatnya pada usia 7 tahun. Tujuannya, agar dokter mudah mengidentifikasi seberapa penting anak memakai behel. Jika memang perlu perawatan, maka hasilnya akan maksimal.

Namun, pada beberapa kasus anak disarankan untuk menggunakan behel. Syaratnya adalah:

1. Gigi yang tampak bengkok atau padat dan tumpang tindih yang mengganggu ketika mengunyah (maloklusi).

2. Ketika rahang atas lebih besar dari rahang bawah yang disebut overbite, ataupun sebaliknya yang biasa disebut underbite.

3. Kesulitan untuk membersihkan gigi di sekitar gigi yang bengkok.

4. Sering menggigit lidah.

5. Gigi yang tidak bertemu satu sama lain dengan benar.

6. Kesulitan mengucapkan suara tertentu karena posisi lidah di bawah gigi.

7. Rahang sering berbunyi klik atau mengeluarkan suara saat si kecil mengunyah atau saat bangun tidur.

8. Merasa kelelahan tiap kali mengunyah makanan akibat struktur gigi yang berantakan dan saling bergesekan.

Seringkali, dokter gigi anak akan menjadi orang pertama yang menyadari adanya masalah selama kunjungan rutin, sehingga mereka akan menyarankan agar si kecil dapat menemui ortodontis atau dokter gigi yang berspesialisasi dalam mengoreksi masalah susunan rahang atau gigi.

Terkait durasi pemakaian yang paling umum menurut para ahli dari Dental Associates, tergantung dari seberapa parah masalah yang coba diperbaiki. Tapi, umumnya rata-rata hanya membutuhkan waktu sekitar 2 tahun.

Setelah itu, si kecil mungkin akan disarankan menggunakan retainer yang dibentuk khusus sesuai struktur gigi yang sudah berubah saat ini. Retainer dapat menjaga gigi agar tidak kembali ke tempat asalnya sebelum dirapikan oleh behel.




Bunda, Yuk Persiapkan Mental Si Kecil untuk Semangat Kembali ke Sekolah

Sebelumnya

Balita Usia 2-3 Tahun Mulai Sering ‘Meledak’ dan ‘Ngotot’, Ini 6 Cara Menghadapinya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting