Suasana KBRI dipenuhi WNI yang berhasil dievakuasi (8/2/2023)/ Dok. Kemenlu RI
Suasana KBRI dipenuhi WNI yang berhasil dievakuasi (8/2/2023)/ Dok. Kemenlu RI
KOMENTAR

SEBANYAK 128 Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan korban terdampak gempa Turki dipastikan akan kembali ke Tanah Air.

Dari ratusan WNI terdampak gempa Turki berkekuatan 7.8 magnitudo, empat WNI meninggal dunia dan 10 WNI mengalami luka-luka.

Hal itu disampaikan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha setelah pemakaman salah satu korban meninggal asal Lombok, Irma Lestari (23/2/2023).

Diketahui bahwa delapan dari 128 WNI tersebut berasal dari Nusa Tenggara Barat. Kedelapan pekerja migran Indonesia (PMI) tersebut sebelumnya ditampung di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Turki.

Tentang Irma Lestari, ia bersama 88 penghuni lain di gedung apartemennya meninggal dunia akibat gedung apartemen yang berlokasi di Kota Diyabakir tersebut ambruk.

Judha pun menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya Irma.

"Kami atas nama pemerintah perwakilan menteri luar negeri, turut berduka cita atas meninggalnya Irma Lestari dalam musibah gempa bumi di Turki," ucapnya.

Meskipun upaya pencarian dan penyelamatan telah berakhir, Kepala Badan Bencana Turki Yunus Sezer memastikan kegiatan penyelamatan tetap berlanjut di dua provinsi yaitu Kahramanmaras dan Hatay.

Korban meninggal dunia akibat gempa Turki-Suriah sudah melampaui angka 46.000 orang. Meski demikian, jumlah korban diprediksi masih terus akan bertambah.

Kurang lebih 345.000 bangunan di Turki hancur akibat gempa dan masih banyak orang dinyatakan hilang.




Potensi Tsunami Masih Ada, Warga Diminta Waspadai Erupsi Gunung Ruang

Sebelumnya

Fasilitas Kesehatan Hancur, Sebanyak 562 Warga Palestina Menderita Hemofilia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News