Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

NABI Muhammad Saw adalah utusan Allah Swt yang terakhir, tidak ada lagi nabi setelahnya. Manusia yang memiliki akhlak sempurna yang Allah utus sebagai pencerah seluruh alam di akhir zaman.

UmatNnabi Muhammad Saw banyak mendapat keistimewaan karenanya, salah satunya adalah paling awal ke surga dibanding umat para nabi terdahulu. Namun pada akhir zaman ini, banyak orang yang berargumen mencintai Islam dengan melakukan tindak kekerasan, perilaku yang kasar dan bengis.

Padahal sejatinya Islam bukanlah ajaran kekerasan. Kelemahlembutan merupakan cermin seorang mukmin yang hatinya diliputi kasih sayang. Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin yang mengajarkan kasih sayang, cinta dan perdamaian kepada seluruh anak bangsa bahkan alam semesta.

Allah SWT mengingatkan Rasul-Nya dalam Surat Ali-Imran ayat 159 yang Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.“  

Lemah lembut bukan berarti kelemahan, kebimbangan tanpa haluan, ataupun lemah tanpa daya dan kekuatan . Justru sebaliknya, lemah lembut mengandung banyak kekuatan dahsyat, karena biasanya akan dilandasi kesabaran dan keikhlasan. Dua sikap ini merupakan bagian dari ajaran islam.

Air yang terus menetes ke batu yang keras dalam waktu lama pun akan membuat batu tersebut membekas cekung. Kelembutan tangan seorang seniman akan menghasilkan karya seni yang indah, bukan hasil yang berlandaskan keras lagi bengis.

Kemudian kelembutan lisan para pendakwah akan menggugah hati siapa saja yang mendengarkan. Ada pula kelembutan ekspresi wajah yang menunjukan senyum memancarkan aura juga indah dipandang mata.

Kelembutan hati yang diekspresikan dalam amal perbuatan akan melahirkan perhatian, cinta, kasih sayang, ketulusan dan keikhlasan dan akan lebih berkesan.

Maka dari itu, benar saja kalau Jalaluddin Rumi seorang penyair sufi menuturkan kata bijak: “Cinta mengubah kekasaran menjadi kelembutan, mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian, mengubah pengecut menjadi pemberani, mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam".

Bila sifat lemah lembut ini bertahta pada seseorang dan menghiasi dirinya, maka akan menjadi indah dalam pandangan manusia dan Allah Swt. Kelembutan hati adalah pintu kebaikan dan kunci persatuan bangsa.

Senantiasalah berprasangka baik kepada siapapun, bahkan kepada Allah Swt. Denga begitu, hati kita senantiasa penuh ketenangan dan terhindar dari kegelisahan. Dengan berprasangka baik, kita akan dengan mudah mengimplementasikan kelembutan dan kasih sayang dalam kehidupan keseharian.

Allah Swt berfirman dalam Surat Al Hujuraat ayat 12: “Jauhilah olehmu sebagian besar dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah keburukan (dosa)”.

Dan dalam hadist Rasulullah: “Jauhilah prasangka, karena sesungguhnya prasangka adalah seburuk-buruknya perkataan”. (HR Bukhari Muslim).

Islam bukan ajaran yang keras. Rasulullah sendiri mengajarkan bahwa Cintailah orang yang kamu cinta dengan sewajarnya, boleh jadi kelak ia akan jadi orang yang engkau benci, dan bencilah kepada orang yang kau benci sewajarnya karena boleh jadi kelak ia akan menjadi orang yang kau cinta. (HR.Tirmidzi).

Dengan demikian mulailah dari sekarang menerapkan kelembutan yang Islam ajarkan dari diri sendiri dimulai dari sikap terpuji yang bisa kita lakukan yaitu dengan mulai menerapkan akhlk terpuji. Siaplah menerima masukan kebaikan kemudian timbang dengan penuh pertimbangan dan buatlah menjadi manfaat baik untuk semuanya dalam mengambilkan keputusan.




Anggunnya Keberanian Seorang Asma binti Abu Bakar

Sebelumnya

Memahami Faedah Bertawakal untuk Membebaskan Diri dari Penderitaan Batin

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Tadabbur