post image
Body neutrality lebih dari sekadar mencintai, tapi menghargai tubuh dengan seluruh fungsi serta kemampuannya/Net
KOMENTAR

ISTILAH body positivity acap kali digunakan untuk menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dari bentuk tubuh apapun. Body positivity muncul setelah marah terjadi body shaming, terutama di media sosial.

Namun beberapa waktu kemudian, muncul istilah body neutrality. Istilah ini muncul sebagai koreksi atau kritik terhadap body positivity. Sebab, standar kecantikan dari body positivity tidak realistis untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

Artinya, seorang perempuan memahami bahwa tubuh datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, sehingga istilah ini meneKankan bahwa semua tubuh itu indah.

Akibatnya, perempuan cenderung menghargai dan mencintai tubuh dan tidak mengkritik diri sendiri atas perubahan yang terjadi secara alami, entah karena penuaan, kehamilan, atau pilihan gaya hidup.

Sementara itu, body neutrality memiliki pandangan berbeda. Istilah yang popular muncul pada 2015 ini lebih memfokuskan pada penerimaan tubuh apa adanya, mengenali kemampuan diri, serta karakter non-fisiknya daripada memerhatikan penampilan fisik.

Terbukti dengan semakin beraninya perempuan mempublikasikan potret dirinya dengan pesan yang menunjukkan kecintaan terhadap diri sendiri. Mereka bangga menunjukkan apapun kondisi tubuhnya dan terus mempromosikan body positivity.

Maksudnya, seseorang masih dapat mengambil perspektif netral terhadap tubuhnya, tanpa harus memaksakan diri untuk mencintai tubuh setiap hari.

Walau begitu, perempuan masih bisa bahagia dan menghadgai semua yang dilakukan tubuh. Misalnya, kaki yang dapat membantu untuk berlari, tangan yang bisa dipakai untuk memeluk orang tercinta, tubuh yang dapat berolahraga, dan bisa membawa kamu ke banyak tempat.

Jadi, body positivity dan body neutrality adalah dua istilah yang berbeda. Penekanannya ada pada penampilan. Body positivity mengajak perempuan merasa cantik, tidak peduli bagaimana bentuknya.

Sedangkan body neutrality mengajak perempuan merasa bahwa tidak masalah tubuhnya cantik atau tidak, karena penampilan tidak relevan dengan nilai kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup.

Nah, semua istilah ini dikembalikan lagi pada diri sendiri. Apakah ingin menjadi bagian dari body positivity yang selalu berusaha mencintai diri sendiri apapun bentuk tubuh tanpa mempertimbangkan risiko kesehatan, seperti obesitas.

Atau ingin menjadi bagian dari body neutrality, di mana penghargaan terhadap diri tidak berdasarkan penampilan tapi pada realita bahwa tubuh bisa melakukan berbagai hal baik untuk pemiliknya.




Mengenal Jenis Investasi, Saham atau Reksadana yang Aman untuk Pemula?

Sebelumnya

Ingin Tidur Nyenyak dan Nyaman, Kenali Jenis Kain yang Cocok untuk Seprai

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family