KOMENTAR

KEPANIKAN memang bisa menjadi asal muasal terjadinya rentetan kejadian menggelikan, yang membuat pasangan muda tersebut sering tertawa tatkala mengingatnya. Panik memang membuat siapa saja dapat lepas kendali.

Kehamilan pertama disambut dengan sigap oleh sang suami dengan memberikan perhatian besar. Malam itu dirinya dihinggapi kepanikan ketika istri merasa ada yang tidak beres dengan jantungnya, yang detaknya terasa sudah tidak normal lagi.

Pasangan itu sadar sekali risiko hidup jauh di negeri rantau, tidak akan ada sanak keluarga yang akan memberikan pertolongan. Tanpa pikir panjang, berhubung ini sudah berhubungan dengan jantung, sang suami buru-buru memboyong istrinya ke rumah sakit mewah. Tidak tanggung-tanggung, dirinya langsung merujuk ke dokter spesialis jantung. Tenaga medis di rumah sakit pun bergerak cepat, lagi-lagi ini kan sudah masalah jantung.

Hasilnya lebih mengejutkan, istri yang tengah hamil itu bukan kelainan jantung, melainkan hanyalah terserang asam lambung. Itu saja!

Sang suami terkaget-kaget melihat tagihan yang mesti dibayarnya, yang benar-benar mahal. Maklumlah, ini kan rumah sakit mewah dan memakai dokter spesialis pula. Meski hanya diperiksa beberapa saat, tetap saja ongkosnya tidaklah murah.

Kejutan berikutnya, ada pula tagihan vitamin, yang kemudian setelah dicek, harganya sepuluh kali lipat lebih mahal dari yang dijual apotik. Suami istri itu tertawa setibanya di rumah, kepanikan itu harganya memang mahal.

Namun, sang istri menolak minum vitamin.

“Lha kenapa? Ini kan mahal!”

“Tidak ada halalnya!”

Keduanya pun tertawa melihat vitamin berwarna hitam tersebut, satu-satunya yang mereka boyong dari rumah sakit mewah.

Tiap kali berobat, seringkali dokter meresepkan vitamin. Ini dimaklumi berdasarkan sejarahnya, vitamin memang berperan dalam menunjang kesehatan tubuh.

Steven Arianto dalam bukunya Teori dan Aplikasi Biomedik Dasar (2022: 126-127) memaparkan:

Sejarah penemuan vitamin dimulai oleh Eijkman yang pertama kali mengemukakan adanya zat yang bertindak sebagai faktor diet esensial dalam kasus penyakit beri-beri.

Pada tahun1897 ia memberikan gambaran adanya suatu penyakit yang diderita oleh anak ayam yang serupa dengan beri-bri pada manusia. Gejala penyakit tersebut terjadi setelah binatang diberi makanan yang terdiri atas beras giling murni.

Ternyata penyakit ini dapat disembuhkan dengan memberikan makanan sisa gilingan beras yang berupa serbuk. Hasil penemuan yang menyatakan bahwa dalam makanan ada faktor lain yang penting selain karbohodrat, lemak dan protein sebagai energi, mendorong para ahli untuk meneliti lebih lanjut tentang vitamin, sehingga diperoleh konsep tentang vitamin yang kita kenal sekarang.

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat).

Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi.

Berhubung vitamin tidak dapat diproduksi oleh tubuh, makanya minum vitamin instan lebih praktis. Terlebih kalau sudah sakit, makan pun menjadi sangat susah, maka akan makin sulit memperoleh vitamin dari makanan, makanya multivitamin menjadi penting berupa kasul ataupun sirup.

Pada laman halalmui.org diterangkan:

Jika dilihat dari sumbernya, vitamin terbagi menjadi dua, yaitu herbal dan kimiawi.

Vitamin herbal mempunyai kandungan ekstrak tumbuhan, bahan mineral, galenik atau campuran bahan-bahan tersebut yang diproses sedemikian rupa, sehingga berubah bentuk menjadi pil atau serbuk tanpa adanya campuran bahan-bahan kimia.

“Sedangkan vitamin kimiawi mempunyai kandungan bahan-bahan yang dicampur dan diproses dengan sintesa kimiawi, sehingga didapat senyawa dengan khasiat farmakologis tertentu.

Secara proses, baik herbal maupun kimiawi, produksi dan bahan baku vitamin relatif sama, yakni disusun dari berbagai bahan baku, bahan pembantu dan bahan penolong. Setiap proses dan bahan berpotensi menyumbangkan titik kritis pada vitamin.

Sebagai contoh, titik kritis kehalalan vitamin C dapat dicermati dari proses pembuatannya, yaitu melalui sintesis kimiawi atau proses biotransformasi.




Memperjelas Kehalalan Tepung Darah

Sebelumnya

Pig Skin yang Sedang Viral, Halalkah Dipakai untuk Umat Muslim?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Halal Haram