post image
Sebanyak 98 pelaut Inggris menarik Stage Gun Carriage yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II. 15 di antaranya adalah pelaut perempuan/Net
KOMENTAR

UPACARA pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II, Senin (19/9) lalu, mencetak sejarah. Orang-orang tampaknya bertekad memberikan penghormatan terakhir yang terbaik untuk penguasa Inggris yang bertahta selama 70 tahun itu.

Tak terkecuali 15 pelaut wanita Inggris. Mereka berusaha untuk memberikan penghormatan terbaik di kesempatan terakhir ini. Mereka ikut menarik State Gun Carriage, kereta kencana yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II.

Diketahui, prosesi yang penuh makna adalah pemindahan peti mati Ratu Elizabeth II dari Westminster Hall ke Westminster Abbey, serta iring-iringam peti mati dari Westminster Abbey melewati Istana Buckingham, menuju Wellington Arch.

Prosesi iring-iringan dengan kereta tersebut tidak ditarik oleh kuda, melainkan oleh para pelaut dari Angkatan Laut Inggris, dengan menggunakan tali. Ada 98 pelaut yang ikut serta, dan 15 diantaranya adalah pelaut wanita.

Mengapa hingga mencetak sejarah? Karena ternyata mereka adalah sekelompok pelaut wanita pertama yang ikut menarik State Gun Carriage. Begitu mengutip The Telegraph.

“Belum ada perempuan yang benar-benar menarik Gun Carriage ini sebelumnya, sehingga momen ini menjadi suatu kehormatan yang sangat,” kata Pembantu Letnan Dua El-Leigh Neal, pelaut wanita yang ikut menarik Gun Carriage.

Sebelum menarik kereta kencana peti mati Ratu Elizabeth II, El-Leigh mengaku mengikuti sejumlah persiapan. Di antaranya melakukan latihan ekstra dan berjalan dengan carriage tersebut di sekeliling HMS Collingwood (tempat latihan terbesar Angkatan Laut Kerajaan Inggris).

“Menurut saya, semua orang di militer Inggris berpikir, Ratu adalah bos kami. Jadi, semua orang dapat merasakan adanya koneksi special dengannya,” demikian El-Leigh Neal.




ISEF 2022 Resmi Dibuka, Wapres Ma'ruf Amin: Bank Indonesia Menjadi "Hamzah Washal Kabir" untuk Industri Halal di Indonesia

Sebelumnya

Bank Dunia Tegaskan Target Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2030 Tidak Akan Tercapai, Mengapa?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News