post image
KOMENTAR

INGGRIS mengirimkan undangan pemakaman Ratu Elizabeth II kepada hampir setiap kepala negara di dunia, meliputi para presiden dan perdana menteri, para tokoh politik dunia, serta anggota kerajaan lain.

Dilansir Reuters (15/9/2022), undangan dikirimkan kecuali untuk Suriah, Venezuela, Afghanistan, Rusia, Belarusia, dan Myanmar dengan beragam alasan.

Sebuah sumber menyebutkan bahwa Inggris tidak mengundang Venezuela dan Suriah karena tidak memiliki hubungan diplomatik dengan dua negara tersebut.

Rusia dan Belarusia tidak diundang terkait invasi ke Ukraina. Sedangkan Afghanistan tidak diundang mengingat situasi politik dalam negeri yang kacau.

Sementara itu, sejumlah anggota parlemen Inggris mengecam undangan untuk pemerintah China. Mereka meminta perwakilan China tidak masuk ke tempat jenazah ratu disemayamkan (Istana Westminster) karena meyakini China melakukan genosida terhadap komunitas Muslim Uyghur di Xinjiang.

Sebanyak 1.000 tamu kerajaan tersebut juga diundang untuk menghadiri acara resmi kenegaraan yang diselenggarakan Raja Charles III dan Permaisuri Camilla, satu hari sebelum pemakaman.

Pemerintah Inggris tidak akan mengumumkan daftar tamu VVIP tersebut mengingat alasan keamanan.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengonfirmasi kehadiran mereka di acara pemakaman Sang Ratu. Demikian pula Presiden India Droupadi Murmu, PM Selandia Baru Jacinda Ardern, serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Tak hanya presiden dan perdana menteri, anggota keluarga kerajaan dari Eropa—termasuk Belanda dan Belgia telah memastikan datang untuk memberi penghormatan kepada Ratu Elizabeth II.

Menurut kepolisian Inggris, pemakaman Ratu Elizabeth II akan menjadi salah satu acara terbesar yang memerlukan pengamanan luar biasa mengingat kerumunan masyarakat pasti memadati jalan-jalan kota saat para pemimpin dunia berada di London.

Para tamu yang menghadiri pemakaman diminta untuk mengenakan pakaian formal berwarna gelap, pakaian nasional negara masing-masing, maupun pakaian upacara bagi anggota militer.

Pemakaman kenegaraan Sang Ratu dipastikan akan menjadi sebuah momen bersejarah yang menyatukan warga dari berbagai penjuru dunia.




ISEF 2022 Resmi Dibuka, Wapres Ma'ruf Amin: Bank Indonesia Menjadi "Hamzah Washal Kabir" untuk Industri Halal di Indonesia

Sebelumnya

Bank Dunia Tegaskan Target Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2030 Tidak Akan Tercapai, Mengapa?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News