Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

PULUHAN anak di Gambia meninggal dunia usai dinyatakan mengalami gagal ginjal akibat keracunan paracetamol. Anak-anak tersebut mengalami gejala sulit buang air kecil, demam, dan muntah, yang mengarah ke gagal ginjal.

Kasus ini terdeteksi sejak akhir Juli lalu. Kepala Layanan Kesehatan Gambia Mustapha Bittaye mengatakan, kasus gagal ginjal ini dialami anak-anak di bawah usia 5. Dan saat ini pihaknya telah melakukan penyelidikan.

Hasil penyelidikan tersebut menjelaskan, belum ada cukup data yang menyatakan bahwa masalah utamanya memang pada penggunaan paracetamol. Dengan begitu, pihaknya tidak bisa menghentikan penggunaan paracetamol yang biasa dipakai untuk mengobati demam pada anak dan penghilang rasa sakit ini.

Sebab, bisa jadi ada penyebab lainnya, seperti infeksi bakteri E Coli. Apalagi, Gambia sedang dilanda hujan lebat dalam beberapa pekan terakhir, yang menyebabkan banjir.

Begitu pula disampaikan Badan Kesehatan Dunia (WHO), bahwa kematian puluhan anak di Afrika Barat itu tidak merujuk ke paracetamol, tetapi sumber infeksi seperti air yang tercemar.

Walau begitu, ada banyak pertanyaan yang belum terjawab, sehingga diharuskan melakukan penelitian lanjut.

Mengutip Alo Dokter, keracunan paracetamol dapat menimbulkan gejala mengantuk. Pada tahap selanjutnya, keracunan bisa mengakibatkan kejang, sakit perut, mual, muntah, kerusakan hati, hingga koma.

Secara umum, overdosis paracetamol bisa membaik bila mendapatkan penanganan yang tepat. Namun bila overdosis parah, maka dapat menyebabkan kerusakan organ hati atau gagal ginjal, hingga kematian.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News