Tak ada kata terlambat untuk belajar-Giuseppe Paterno/ Net
Tak ada kata terlambat untuk belajar-Giuseppe Paterno/ Net
KOMENTAR

MENUNTUT ilmu memang tak ada batasan usia.

Ketika seseorang memiliki keinginan untuk menjadi pintar, cerdas, dan menguasai sebuah bidang, maka tak ada alasan untuk malas belajar.

Usia dan kondisi fisik bukanlah penghalang untuk menuntut ilmu. Toh, kesempatan dan fasilitas pendidikan tersebar di sekitar kita. Ditambah lagi banyak lembaga pendidikan yang menawarkan beasiswa serta kemudahan lainnya.

Tekad untuk menuntut ilmu tanpa memandang usia terpancar dari seorang Giuseppe Paterno, seorang warga Italia.

Lahir pada tahun 1923, Paterno tumbuh dalam keluarga miskin di Sisilia. Namun tak peduli sebesar apa dia menyukai buku dan belajar, Paterno tidak dapat melanjutkan ke universitas saat masih muda.

Garis kehidupan membawanya bertugas di angkatan laut selama Perang Dunia Kedua. Kala itu usianya baru 20 tahun. Hingga kemudian ia mengabdikan diri menjadi pekerja kereta api.

Hingga kini, di usia 98 tahun, Paterno menjadi lulusan tertua di Italia yang menyelesaikan S2. Paterno telah menyelesaikan gelar master dalam bidang sejarah dan filsafat dari Universitas Palermo.

Ini bukan kali pertama Paterno mencatatkan namanya dalam lembaran sejarah.

Dua tahun lalu, di masa pandemi, ia juga menyelesaikan S1 nya dalam bidang yang sama. Tepatnya enam minggu sebelum ulang tahunnya, Paterno memenuhi impian seumur hidupnya: meraih gelar universitas.

 “Jangan tersesat hanya karena kamu menemukan rintangan—karena akan selalu ada rintangan. Kamu harus kuat,” kata Paterno di hadapan wartawan saat meraih gelar S1 di tahun 2020.

Kelulusan Paterno telah mengilhami liputan berita di seluruh dunia, terutama membicarakan tentang usianya.

Namun sosoknya juga menarik perhatian karena komitmen kuat yang ia tanamkan pada dirinya. Terlihat 'kontras' di tengah jutaan anak sekolah di Italia dan di berbagai belahan dunia menghadapi ketidakpastian luar biasa dari serangan virus COVID-19.

Dan di tahun 2022, Paterno menjadi lulusan S2 dengan nilai tertinggi (lagi), sama seperti dua tahun lalu. Dan namanya kembali tercatat jadi lulusan tertua di Italia. Keluarganya dengan bangga membagikan kisah teladan Giuseppe Paterno di laman Facebook.

Menariknya, setelah meraih gelar Master, Paterno tidak punya rencana untuk beristirahat .

Ia menyatakan keinginannya untuk segera menulis novel menggunakan mesin tik terpercaya yang menjadi andalannya. Mesin tik tua yang setia menemani hampir satu abad perjalanan hidupnya.




Din Syamsuddin Jadi Pembicara dalam Sidang Grup Strategis Federasi Rusia-Dunia Islam di Kazan

Sebelumnya

Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” Karya Teguh Santosa Hadir di Pojok Baca Digital Gedung Dewan Pers

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News