post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

SAAT ini, media sosial semakin digandrungi oleh anak-anak. Tak hanya mereka yang beranjak remaja, beberapa anak di bawah umur juga sudah memiliki media sosial sendiri, bahkan ada yang sengaja dibuatkan oleh orangtuanya.

Orangtua sebenarnya tahu, sisi negatif apa yang ditimbulkan saat anak memiliki media sosial. Mulai dari bullying, mudahnya menemukan konten atau tontonan yang tidak layak, tindak pelecehan seksual, dan lainnya.

Alasan inilah yang kemudian menjadi jawaban, perlunya orangtua berteman dengan anak di media sosial. Sebagai controlling, tapi tidak terlibat sebagai pemegang kendali. Orangtua hanya perlu mengobrol siapa saja teman anak di media sosial, bagaimana lingkaran pertemanannya, apa saja yang dibicarakan, dan lain sebagainya.

“Sangat boleh, sekadar tahu saja. Tapi tidak bileh terlalu masuk ke dalamnya. Ingat, orangtua juga harus menghargai privasi anak,” kata praktisi dan penulis buku parenting, Melly Kiong.

Ingat, sekadar tahu. Jadi, orangtua hanya sebagai “penonton” medsos anak. Kenapa, karena anak juga memiliki privasi yang harus dijaga dan dihargai.

Jika ayah bunda memutuskan untuk berteman dengan anak di media sosial dan tetap menjaga hubungan baik dengan anak, perhatikan ‘aturan-aturan’ berikut ini:

1. Kontrol Emosi
Namanya media sosial, komentar pedas bisa datang dari siapa saja kepada siapa pun penggunanya, termasuk anak kita. Penting bagi parents untuk mengontrol emosi dan berjiwa besar menanggapi hal demikian.

2. Ajak Anak Berdiskusi
Saat tahu potongan anak mendapat komentar buruk, jangan langsung “nyerocos” di kolom komentar anak. Ajak anak berdiskusi, perhatikan reaksinya terhadap komentar negatif tersebut, lalu tanyakan pendapatnya dan berikan solusi.

3. Jangan Memintanya untuk Tidak Berteman dengan si Pemilik Komentar Negatif
Bagaimanapun, anak memiliki hak penuh untuk berteman dengan siapa saja. Fungsi parents, mengingatkan jika sewaktu-waktu temannya tersebut memberikan komentar pedasnya.

Ajari anak bagaimana bersikap dan menanggapi komentar-komentar miring itu.

Memang, dengan kehadiran orangtua di media sosial anak, mereka akan mengontrol hal-hal yang ingin dibagikan. Jika tidak ingin akun medsos parents diblokir anak, jadilah teman yang baik dan hargai privasinya. Dengan begitu, fungsi kontrol parents tetap berjalan sebagaimana mestinya.




Anak Tetap Bisa Berprestasi Gemilang Meski Orangtuanya Berpisah

Sebelumnya

Waspadai Bahaya yang Mengintai Anak Perfeksionis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting